Advertisement
BENTROKAN SUPORTER PSIS : Tujuh Siswa Suporter Bola Absen UN
Advertisement
[caption id="attachment_403636" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/05/06/bentrokan-suporter-psis-tujuh-siswa-suporter-bola-absen-un-403635/psis-yg-msh-ditahan-di-klampok" rel="attachment wp-att-403636">http://images.harianjogja.com/2013/05/PSIS-yg-msh-ditahan-di-Klampok.jpg" alt="" width="370" height="277" /> Kondisi saat suporter PSIS masih tertahan di Desa Klampok, Godong, Purwodadi pascabentrok dengan warga, Senin (6/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Istimewa)[/caption]
SEMARANG-Dinas Pendidikan Kota Semarang mencatat sebanyak tujuh siswa sekolah dasar (SD) absen pada pelaksanaan hari pertama ujian nasional (UN) akibat bentrok suporter dan warga di Purwodadi.
Advertisement
"Ada tujuh siswa yang dilaporkan ikut suporter menonton bola di Purwodadi. Mereka tertahan di sana akibat bentrok sehingga tidak bisa ikut UN," kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Senin (6/5/2013).
Ia menjelaskan ketujuh siswa yang ikut suporter menonton sepakbola itu, terdiri atas dua siswa SD di Kecamatan Pedurungan, dua siswa SD di Kecamatan Semarang Barat, serta tiga siswa SD di Kecamatan Semarang Timur.
Para suporter dari Semarang berangkat menonton pertandingan antara PSIS dan Persipur pada Minggu (5/5) sore, tetapi pulangnya di Kecamatan Godong, Purwodadi, Grobogan, terlibat bentrok dengan warga.
Bentrok terjadi usai pertandingan PSIS dengan Persipur yang berakhir imbang 0-0. Akibat bentrok yang terjadi sejak Minggu (5/5) malam hingga Senin (6/5) siang, para suporter tertahan di Desa Godong, Purwodadi.
Dalam rombongan suporter PSIS itu, terdapat anak-anak dan remaja, termasuk siswa SD yang seharusnya mengikuti UN yang dimulai Senin ini. Akibatnya, mereka tidak bisa mengikuti pelaksanaan hari pertama UN SD.
Menurut Bunyamin, para siswa SD yang tidak bisa ikut UN karena tertahan tidak bisa pulang ke Semarang akibat bentrok suporter dan warga itu diberi kesempatan mengikuti UN susulan yang dimulai minggu depan.
"Kami tetap memfasilitasi ikut UN susulan karena itu hak mereka. Ya, mereka nanti ikut susulan hanya untuk Bahasa Indonesia, absennya kan hari ini. Mulai besok (7/5), mereka tetap ikut UN seperti biasa," katanya.
Berkaitan dengan siswa yang absen pada pelaksanaan hari pertama UN, ia menyebutkan total sebanyak 39 anak dari jumlah peserta UN yang mencapai 25.541, tetapi alasannya bervariasi, seperti sakit dan keperluan keluarga.
"Yang dilaporkan ikut suporter itu hanya tujuh siswa. Kemungkinan, bisa lebih karena orang tua tidak menjelaskan alasan ketidakhadirannya kepada sekolah. Kami kan hanya menerima laporan dari sekolah," kata Bunyamin.
Sebelumnya, dua siswa SD PL Tarsisius, yakni Nur Santoso dan Ferdian terpaksa tidak ikut hari pertama UN akibat bentrok suporter dan warga yang mengakibatkan mereka tertahan di Godong, Purwodadi, Grobogan.
Mereka berdua baru sampai di Semarang pada Senin (6/5) sekitar pukul 09.30 WIB dan menyempatkan berangkat sekolah, tetapi pelaksanaan UN sudah usai sehingga mereka disarankan mengikuti UN susulan pada minggu depan.
Selain mereka, ada Dani (13) siswa SD Bangunsari Semarang yang juga tak bisa ikut UN karena terjebak dalam bentrok itu. Dani baru pulang bersama rombongan suporter lain, Senin (6/5), dengan pengawalan polisi dan TNI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru, China Minta Perang Dihentikan
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Kasus Amsal Sitepu: DPR RI Minta Kejagung Sanksi Tegas Kajari Karo
- Cicilan Koperasi Desa Kini Ditanggung Negara lewat Dana Daerah
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon UE Ikut Berduka
- Gelombang Penumpang Kereta Mengular di Awal Libur Paskah
Advertisement
Advertisement





