Ole Romeny Ungkap Arti Trofi FIFA ASEAN Cup bagi Timnas Indonesia
Ole Romeny menyebut trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sangat berarti setelah Timnas Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti.
Kivlan Zein./Suara.com-Ummi Hadyah Saleh
Harianjogja.com, JAKARTA-- Kuasa hukum Mayor Jenderal TNI (Pur) Kivlan Zen, Muhammad Yuntri menjelaskan kliennya telah menjalani agenda konfrontasi rencana pembunuhan empat tokoh nasional di Polda Metro Jaya, Rabu (19/6/2019) dini hari.
Dalam agenda tersebut, Kivlan dikonfrontasi dengan tersangka Iwan Kurniawan alias HK dan Politisi PPP Habil Marati.
Terkait hal itu, Kivlan pun membantah jika ia menerima uang senilai 15.000 dolar Singapura atau setara Rp150 juta dari Habil. Hal tersebut diungkapkan oleh
"Kalau yang 15.000 dolar Singapura setara Rp150 juta murni uangnya Pak Kivlan. Uang yang dikeluarkan dari kantong beliau sendiri," kata Yuntri saat dikonfirmasi, Kamis (20/6/2019).
Yuntri menjelaskan, uang tersebut didapat Kivlan atas jasanya yang telah membebaskan sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina pada 2016 silam. Kala itu, ia mendapat uang operasional dari Menteri Pertahanan dan Panglima TNI.
"Itu uang jasa atau uang operasional yang diberikan Menhan dan Panglima TNI waktu beliau pernah membebaskan sandera di Filipina. Sama sekali tak ada aliran dana yang berasal dari Habil Marati yang kemudian ditujukan untuk membeli senjata, tidak ada," sambungnya.
Lantas uang tersebut digunakan Kivlan saat demonstrasi antikomunis di Monas, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Kivlan memberikan uang tersebut kepada Iwan untuk mengerahkan massa.
"Karena Iwan ini dari dulu mengatakan dia punya massa, dia punya banyak orang yang bisa disuruh untuk demo. Ada dari Jawara Banten lah, ini itu lah," papar Yuntri.
Yuntri menambahkan, kliennya mengakui jika menerima uang senilai 4.000 dolar Singapura dari Habil.
"Iya, itu dari Pak Habil. Itu untuk keperluan demo dan sosialisasi di acara Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2018. Iya menerima 4.000 dolar Singapura. Uang itu ditambah lagi oleh Pak Kivlan menjadi total Rp 50 juta," tutup Yuntri.
Diketahui, polisi telah menangkap dan menetapkan Habil Marati terkait kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu bos lembaga survei.
Wadir Krimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary menyebut, Habil berperan sebagai pemberi dana sebesar Rp150 juta kepada Kivlan Zen untuk keperluan pembelian senjata api.
"Tersangka HM ini berperan memberikan uang. Jadi uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM. Maksud tujuan untuk pembelian senjata api. Juga memberikan uang Rp 60 juta rupiah langsung kepada tersangka berinisial HK, untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api," kata Ade Ary di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).
Sejak kasus ini terungkap, nama Kilvan juga disebut-sebut memberikan perintah langsung ke para tersangka kasus penyeludupan senjata untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.
Enam tersangka yang telah ditahan juga sudah memberikan testimoni terkait dugaan adanya keterlibatan Kivlan Zen merancang pembunuhan terhadap empat tokoh nasional yang di antaranya Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Ole Romeny menyebut trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sangat berarti setelah Timnas Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti.
Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max dibuka 7 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB. Harga Indonesia belum diumumkan.
Elon Musk kembali menjadi triliuner setelah saham SpaceX dan Tesla menguat. Kekayaannya mencapai sekitar US$1,046 triliun.
Italia menang 3-1 atas Turki di Nations League. Mancini mengakui timnya kelelahan, tetapi kemenangan menjaga peluang lolos ke perempat final.
Sekitar 120 tenaga OP jaringan irigasi DIY masih berstatus honorer. Mereka didorong menjadi PPPK, setidaknya melalui skema paruh waktu
Celine Evangelista menyurvei villa Rp2 miliar di Madinah. Properti tiga lantai itu memiliki dua lift, rooftop, dan ruang keluarga luas.