Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan Capai 900 Meter

Newswire
Newswire Selasa, 06 Oktober 2026 08:27 WIB
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan Capai 900 Meter

Aktivitas Gunung Semeru terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jumat (28/8/2026). ANTARA/HO-PVMBG\r\n

Harianjogja.com, LUMAJANG—Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Selasa (6/10/2026) pagi. Tinggi kolom letusan teramati mencapai 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 05.29 WIB. Kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur laut.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut," kata Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 135 detik.

"Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 135 detik," tuturnya.

Semeru Berstatus Siaga

Erupsi juga terjadi sebelumnya pada pukul 02.03 WIB. Saat itu, visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut, tetapi aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 142 detik.

Sigit menjelaskan aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III atau Siaga.

Dengan status tersebut, masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Warga Diminta Waspadai Awan Panas dan Lahar

Masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Dengan status Gunung Semeru yang masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat di sekitar kawasan terdampak diminta mematuhi batas aktivitas yang telah ditetapkan serta terus memperhatikan informasi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online