57 Senjata Rakitan Konflik Adonara Diserahkan ke Polisi
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Perwakilan Anadolu dari Gaza Yasser al-Benna (tengah) berbicara saat demonstrasi ketika para wartawan berkumpul di depan puing-puing kantor Berita Anadolu yang hancur setelah diserang oleh pesawat tempur Israel. /Ist-Suara.com
Harianjogja.com, GAZA--Institut Pers Internasional (IPI) pada Senin (6/5/2019) mengutuk Israel atas serangan terhadap masyarakat Palestina dan Kantor Berita Anadolu Agency di Jalur Gaza, Palestina, akhir pekan lalu.
"Kami mengutuk penghancuran kantor Anadolu di Gaza dan kami mendesak Pasukan Pertahanan Israel dan pemerintah Israel untuk menahan diri dari serangan terhadap organisasi media dan untuk memungkinkan wartawan melakukan pekerjaan mereka tanpa takut menjadi sasaran," kata Direktur Advokasi IPI Ravi R Prasad, dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip dari Anadolu, Selasa (7/5/2019).
Menurut Prasad, bahwa jurnalis dan organisasi media bukan dan tidak pernah menjadi target dalam konflik.
Pada Sabtu, pesawat tempur Israel menghantam kantor Anadolu Agency di Gaza dengan setidaknya 5 roket setelah tembakan peringatan.
Tidak ada korban dalam serangan tersebut, tetapi bangunan gedung rata dengan tanah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.