Diserang Rusia, Ukraina Punya Cara Rayakan Kemerdekaannya Hari Ini
Hari Kemerdekaan Ukraina ke-31 diperingati pada hari ini, Rabu (24/8/2022). Namun, perayaan tahun ini berbeda karena invasi Rusia.
Pasukan Taliban berhasil mengambil alih pemerintah resmi Afganistan/DW.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintahan Taliban menjalin kerja sama keamanan regional dengan Rusia, China, dan Iran setelah Kremlin memperingatkan munculnya ISIS dan ancaman perdagangan narkoba menyusul berkuasanya kelompok garis keras itu di Afghanistan.
Dalam pembicaraan di Ibu Kota Rusia, sebagai penampilan internasional pertama Taliban sejak mereka mengambil alih kekuasaan pada Agustus, sepuluh negara peserta juga menyerukan bantuan kemanusiaan "mendesak" untuk Afghanistan.
Mereka menyatakan Afghanistan harus mendapatkan pendanaan rekonstruksi. Pembicaraan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan para pejuang ISIS yang berkumpul di Afghanistan utara.
BACA JUGA : Taliban Tak Boleh Mengakses Dana Cadangan Bank Sentral
Kehadiran mereka memicu perselisihan agama dan etnis di wilayah itu yang dianggap Moskow sebagai halaman belakangnya.
Dalam pernyataan bersama kemarin, pihak-pihak dalam pertemuan Moskow mengatakan mereka telah menyuarakan keprihatinan tentang aktivitas kelompok teror dan "menegaskan kembali kesediaan mereka untuk terus mendukung keamanan di Afghanistan agar turut berkontribusi pada stabilitas regional".
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang berpidato dalam pertemuan itu dan mengkritik ketidakhadiran pejabat AS, sebelumnya mengatakan para pejuang yang terkait dengan ISIS dan Alqaeda telah berusaha untuk mengeksploitasi kekosongan keamanan.
Sebelum pembicaraan di Moskow, perwakilan Taliban telah bertemu dengan pejabat Uni Eropa dan AS serta melakukan perjalanan ke Turki untuk mendapatkan pengakuan resmi dan bantuan dari masyarakat internasional setelah pengambilalihan mereka pada pertengahan Agustus.
Delegasinya, yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Abdul Salam Hanafi, seorang tokoh senior dalam kepemimpinan baru Afghanistan, mengatakan bahwa "pengisolasian Afghanistan tidak akan menguntungkan pihak mana pun. Ini telah terbukti di masa lalu."
BACA JUGA : 13 Aturan Taliban untuk Perempuan Afghanistan
Akan tetapi, utusan Kremlin untuk Afghanistan Zamir Kabulov mengatakan pengakuan resmi hanya akan datang ketika Taliban memenuhi harapan pada hak asasi manusia dan pemerintahan yang inklusif sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (21/10/2021).
Dalam pernyataan bersama mereka, para peserta menyuarakan keprihatinan itu dan mendesak Taliban "mempraktikkan kebijakan internal dan eksternal yang moderat dan sehat" serta "mengadopsi kebijakan bersahabat terhadap tetangga Afghanistan".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Hari Kemerdekaan Ukraina ke-31 diperingati pada hari ini, Rabu (24/8/2022). Namun, perayaan tahun ini berbeda karena invasi Rusia.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.