Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Duka untuk Lionel Messi
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Budayawan Emha Ainun Najib berfoto bersama salah seorang pengurus Paguyuban Wehrkreis (PWK) III Jogja usai jumpa pers di Hotel Wisanti, Senin (25/6/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Bulan ramadan telah tiba. Di bulan ini, umat Muslim menunaikan ibadah puasa. Terkait itu, di masyarakat, banyak beredar istilah \'hormatilah orang yang berpuasa\'.
Nah, di jejaring sosial Twitter, beredar video ceramah budayawan dan ulama Emha Ainun Nadjib atau yang karib disapa Cak Nun ketika mengkritik ujaran \'hormatilah orang yang berpuasa\' itu.
Menurut Cak Nun, ujaran tersebut salah. Cak Nun mengatakan bulan puasa mengajarkan umat muslim untuk menghormati orang lain, bukan dihormati orang lain.
"Kita berpuasa untuk menghormati orang lain, bukan untuk dihormati orang lain, ngono [begitu]," ujar Cak Nun dalam video tersebut.
Cak Nun menegaskan bahwa gunanya orang berpuasa tersebut supaya bisa menghormati orang lain dan tidak meminta penghormatan orang.
"Bulan puasa kok, hormatilah orang yang berpuasa, gunane wong puoso iku den koe sinauh ngormati wong, ora njalok dihormati wong [gunannya orang yang berpuasa itu agar kamu bisa menghormati orang lain, tidak meminta penghormatan orang]," ujar Cak Nun.
Dengan keras, Cak Nun mengatakan bahwa hanya orang tidak terhormat yang mengemis-ngemis meminta penghormatan dari orang lain.
"Hanya orang yang tidak terhormat yang meminta penghormatan orang lain, ngono [begitu] loh,” kata Cak Nun.
Menurut Cak Nun, itu pula yang menyebabkan umat Islam tidak maju-maju. Dia juga mengimbau agar tidak menggunakan tenaga hidup untuk menunggu dihormati orang, tapi justru untuk menghormati orang.
"Itu yang menyebabkan orang Islam nggak maju-maju, ulama-ulama pada ngemis. Ngemis di Bupati, ngemis di Gubernur, jangan gunakan tenaga hidupmu untuk menunggu dihormati orang. karena tenaga hidupmu habis untuk menghormati orang, gitu aja. Gak usah nunggu di kasih, kamu sibuk ngasih. Gak bisa kasih duit, ya kasih perhatian, gak punya perhatian beri kasih sayang, tidak punya kasih sayang ya sudah," tutur Cak Nun.
Rekaman ceramah Cak Nun tersebut diunggah oleh pengguna akun Twitter Buku Akik @bukuakik, pada Senin (6/5/2019).
"Kenapa harus menghormati yang tidak puasa? nih..." cuit akun @bukuakik.
Disinyalir, itu merupakan momen ketika Cak Nun memberikan ceramah di wilayah Bantul, DI Yogyakarta, pada tahun 2017.
kenapa harus menghormati yang tidak puasa? nih... pic.twitter.com/iMUMP1jesG
— Buku Akik (@bukuakik) May 6, 2019
Sejumlah warga Twitter mengamini pandangan dari Cak Nun tersebut. Salah satunya berpendapat bahwa puasa itu untuk beribadah, bukan untuk dihormati.
"Juga selalu ingat kata-kata ini: \'puasa itu untuk ibadah, bukan untuk dihormati\'. Jadi, kalau pas puasa siang-siang ada yang minum es di depan u atau warteg-warteg bergorden ya nggak usah marah. Kan niatnya buat ibadah, bukan minta untuk dihormati," ujar warganet Zulaikha pengguna akun @Maulumega_.
"Ngegas tapi bener yah Cak Nun ini," cuit warganet lain, @mangoodust.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
13 Agustus 2026 diperingati sebagai HUT Mahkamah Konstitusi RI ke-23 dan Hari Pengguna Tangan Kiri Internasional. Simak sejarah dan makna kedua peringatan ini
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.