Orang Indonesia Lebih Nyaman Jadi Karyawan daripada Jadi Pengusaha

Newswire
Newswire Minggu, 28 April 2019 13:37 WIB
Orang Indonesia Lebih Nyaman Jadi Karyawan daripada Jadi Pengusaha

Ilustrasi buruh atau pekerja./JIBI

Harianjogja.com, MEDAN--Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih nyaman menjadi seorang pekerja dan karyawan. Hal itu diungkapkan Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Belmana -Kemristekdikti, Ismet Yus Putra.

"Haya sedikit masyarakat yang mau berwirausaha dikarenakan tuntutan keluarga yang memerlukan penghidupan yang lebih jelas, tidak berani mengambil resiko dan takut akan kegagalan," kata Ismet, di depan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Medan yang mengikuti sosialisasi proposal Program Kewirausahaan Mahasiswa (PMW) di bidang Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) Tahun 2019, di Gedung Digital Library Unimed, Jumat (28/4/2019).

Dari 267 juta masyarakat Indonesia, menurut dia, hanya 3,24 persen yang memilih untuk berwirausaha. "Sebanyak 6,6 juta pengangguran Indonesia membutuhkan lapangan kerja," ujar Ismet.

Ia menyebutkan, wirausaha adalah satu solusi untuk mengurangi pengangguran di Indonesia. Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia ini bertujuan menumbuhkan karakter wirausaha untuk mengembangkan usaha didukung dengan modal yang diberikan, dan pendampingan secara terpadu, serta menumbuhkembangkan wirausaha baru kreatif yang inovatif.

"Produk kreatif yang inovatif harus memiliki tiga syarat yaitu lebih murah, lebih mudah dan lebih bermanfaat sehingga nantinya, usaha yang dikembangkan memiliki nilai lebih, serta berdaya saing," katanya.

Sementara, Ketua Pelaksana Pardomuan Nauli Josip Mario Sinambela,MPd, mengatakan kegiatan ini diikuti sebanyak 250 mahasiswa dari Fakultas di Universitas Negeri Medan (Unimed).

Tahapan yang dilakukan, menurut dia, yaitu sosialisasi PMW, KBMI, penyusunan proposal, diawali dengan penyiapan proposal program KBMI oleh mahasiswa bersama dosen pendamping yang mengacu kepada kategori yang sudah ditetapkan, yaitu industri makanan dan minuman, industri jasa dan perdagangan, industri teknologi, industri kreatif atau industri produksi/budidaya.

Selanjutnya, proposal diseleksi dan dievaluasi, proposal yang lulus kemudian diberikan modal usaha, pendampingan PMW, melakukan monitoring dan evaluasi.
"Nantinya, peserta yang lolos dan terbaik akan mengikuti KMI Expo di Politeknik Batam," katanya.
 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online