B50 Resmi Dirilis, Warga Harap BBM Lebih Murah dan Ramah Lingkungan
Peluncuran B50 disambut positif pengguna jalan. Warga berharap BBM lebih murah, ramah lingkungan, dan stok stabil.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Negara Bagian Perak, Malaysia, telah ditemukan. Pemerintah Indonesia kini terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi korban dan pendampingan terhadap para penyintas.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan koordinasi intensif dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (KBRI Kuala Lumpur) bersama otoritas setempat.
"KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi erat dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah dan pendampingan terhadap para korban selamat," ujar Yvonne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (18/5/2026).
23 WNI Selamat dan 18 Meninggal Dunia
Berdasarkan data terbaru, seluruh korban kapal tenggelam yang ditemukan berjumlah 39 orang. Dari jumlah tersebut, 23 WNI dinyatakan selamat, sementara 18 lainnya meninggal dunia.
Kemlu RI memastikan layanan kekonsuleran terus diberikan kepada korban selamat maupun keluarga korban yang membutuhkan pendampingan selama proses penanganan berlangsung.
Para korban selamat diketahui berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.
Operasi SAR Dihentikan Setelah Enam Hari
Menurut informasi dari otoritas pencarian dan pertolongan (SAR) Malaysia, operasi pencarian resmi dihentikan pada Sabtu (16/5/2026) setelah enam hari pencarian tidak lagi menemukan korban tambahan.
Selama proses pencarian, area operasi diperluas hingga 244,76 mil laut dengan dukungan unsur laut, udara, dan darat dari Malaysia.
Yvonne menjelaskan informasi awal yang diperoleh dari otoritas Malaysia berdasarkan kesaksian awak kapal selamat menyebut terdapat 37 penumpang WNI dengan 14 orang dilaporkan hilang. Namun, dalam perkembangan operasi SAR ditemukan tambahan korban sehingga total korban mencapai 39 orang.
Malaysia Duga Korban Pendatang Ilegal
Kemlu RI juga menyampaikan apresiasi kepada otoritas SAR dan kepolisian maritim Malaysia atas upaya pencarian dan penanganan korban dalam insiden tersebut.
"Kemlu RI menyampaikan apresiasi kepada otoritas SAR dan kepolisian maritim Malaysia atas upaya pencarian dan penanganan para korban dalam kejadian tersebut," kata Yvonne.
Sementara itu, Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Perak mengonfirmasi seluruh korban telah ditemukan dan proses identifikasi jenazah masih berlangsung.
Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Mohd Shukri Khotob, menyebut seluruh jenazah korban telah diserahkan kepada pihak kepolisian sebelum dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak Malaysia menduga para WNI korban kapal tenggelam tersebut merupakan pendatang asing tanpa izin yang masuk melalui jalur laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Peluncuran B50 disambut positif pengguna jalan. Warga berharap BBM lebih murah, ramah lingkungan, dan stok stabil.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka pemerasan usai OTT. Sejumlah uang miliaran dan logam mulia turut disita.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
Febrie Adriansyah mundur dari jabatan Jampidsus dan suratnya diterima Jaksa Agung. Kasus penggeledahan rumah di Sentul masih didalami polisi.