Menekan Impor LPG dengan DME di Dapur Rumah Tangga
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Pabrik di Muntilan buka lowongan difabel tanpa syarat rumit, sediakan kerja dan mess gratis. /Istimewa.
Harianjogja.com, MAGELANG— Akses kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas mulai menemukan ruang nyata di sebuah pabrik rokok HS di Muntilan, Kabupaten Magelang. Perusahaan ini membuka peluang kerja tanpa persyaratan rumit, bahkan bagi pelamar tanpa pengalaman.
Di tengah masih kuatnya stigma dan hambatan administratif, pendekatan berbeda ini membuat puluhan pekerja difabel kini memiliki pekerjaan tetap dan rutinitas produktif. Salah satunya Tika, 35, asal Temanggung, yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.
“Dulu sulit sekali cari kerja. Sudah melamar ke banyak tempat, tapi selalu gagal,” ujar Tika dikutip, Selasa (7/4/2026)
Kesempatan itu datang ketika ia mengetahui adanya lowongan khusus difabel di pabrik tersebut. Tanpa proses berbelit, ia diterima sebagai karyawan linting dan kini bekerja bersama 21 rekan difabel lainnya.
Di lingkungan kerja barunya, Tika mengaku merasakan suasana yang jauh berbeda. Ia tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan diperlakukan setara seperti pekerja lainnya.
“Di sini saya merasa dihargai. Tidak dibedakan. Semua diperlakukan sama,” katanya.
Kondisi ini menjadi kontras dengan pengalaman banyak penyandang disabilitas yang kerap menghadapi penolakan akibat keterbatasan fisik, meski memiliki kemauan bekerja.
Selain membuka akses kerja, perusahaan juga menyediakan fasilitas pendukung. Salah satunya tempat tinggal atau mess gratis bagi karyawan yang berasal dari luar daerah, guna mengatasi kendala mobilitas.
Fasilitas ini dirasakan langsung manfaatnya oleh Tenyria Swastika, 35, yang juga bekerja di pabrik tersebut. Ia mengaku terbantu karena tidak perlu memikirkan biaya tempat tinggal sekaligus lebih mudah menjangkau lokasi kerja.
"Semoga HS semakin jaya sehingga semakin banyak kawan-kawan disabilitas yang diterima bekerja," ucapnya.
CEO Surya Group Holding Company sekaligus pemilik brand rokok HS, Muhammad Suryo, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus membuka peluang bagi penyandang disabilitas tanpa syarat pengalaman kerja.
"Saya akan menerima penyandang disabilitas berapapun jumlahnya. Meskipun belum berpengalaman, akan kami terima," tegasnya.
Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk kontribusi sektor swasta dalam mendorong kemandirian ekonomi kelompok difabel di Indonesia.
Ke depan, peluang kerja ini dipastikan semakin terbuka. Surya Group tengah melakukan ekspansi dengan membangun pabrik baru di wilayah Yogyakarta dan Lampung.
Ekspansi ini diharapkan mampu menyerap ratusan tenaga kerja difabel dari berbagai daerah, sekaligus memperluas akses kerja yang inklusif di Indonesia.
"Jadi untuk teman-teman penyandang disabilitas di seluruh Indonesia, yang ingin bergabung dengan kami dengan senang hati kami terima. Mari bergabung bersama HS," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan