DPR RI: Implementasi UU PDP Jadi Kunci Jaga Kedaulatan Data Indonesia
Penguatan implementasi UU PDP dinilai penting untuk menjaga kedaulatan data Indonesia di tengah ancaman kebocoran data dan perkembangan teknologi digital.
Film Sexy Killers/Youtube
Harianjogja.com, JAKARTA--Mantan Kasum TNI Letjen (Purn) TNI JS Prabowo mengunggah video potongan dari film dokumenter Sexy Killers produksi Watchdoc. Potongan video itu memperlihatkan bagan perusahaan dan afiliasi bisnis keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Disebutkan dalam potongan video itu, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, pernah tercatat sebagai pemegang saham PT Rakabu Sejahtera, yang kemudian digantikan putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.
Saham perusahaan itu dikabarkan juga dimiliki oleh perusahaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, PT Toba Sejahtera, yang merupakan induk PT Toba Bara, pemilik tambang batu baradan PLTU.
Potongan video itu berakhir pada penjabaran sejumlah bidang usaha PT Rakabu Sejahtera dan hubungannya dengan perusahaan milik Luhut Binsar Panjaitan.
Melalui cuitannya, JS Prabowo menyiratkan bahwa kubu paslon 01 Jokowi-Ma\'ruf bersikukuh mengalahkan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi karena kepentingan pribadi.
"Sumber: Sexy Killers
Sampai sini paham ya, mengapa 02 harus dikalahkan, siapa yang disandera dan siapa mengendalikan siapa?
Jadi, ini sebenarnya masih soal sekitar perut. Cuma kita lupa karena sihir planga plongo, kerja, kerja, kerja. Sampai lupa kejujuran juga sudah dirampas," kicau pengguna akun Twitter @berteman_mari itu, Selasa (23/4/2019).
Rupanya Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya membaca tweet JS Prabowo tersebut. Ia pun menyentil pendukung Prabowo-Sandi itu karena telah memotong videonya, sehingga bagian yang memperlihatkan bagan perusahaan paslon 02 dan bidang usahanya tidak ditampilkan.
Tampaknya Yunarto Wijaya keberatan dengan potongan video JS Prabowo, yang seakan berat sebelah dan tak memperlihatkan kedua sisi.
"Bagian Sandi sama Prabowo ente potong bos?"kicau @yunartowijaya.
Beberapa warganet lalu menambahkan komentar untuk cuitan Yunarto Wijaya. Hampir seluruhnya mengaku telah menonton Sexy Killers.
"Gue sudah nonton utuh dokumenter ini. Mau 01 atau 02 sama saja enggak mungkin menyetop pemakaian batu bara. Bedanya, secara personal 01 enggak punya bisnis batu bara, sedangkan 02 punya bisnis batu bara," ungkap @Ivan01915617.
"Yuk ah telanjangin sekalian soal perusahan-perusahaan Prabowo, termasuk penggundulan hutan yang sangat parah di Sumatra tuh..."komentar @Candraasmara85.
"Padahal perusahaan tambang batu bara terbesar milik Sandi," komentar @Anam61011263.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Penguatan implementasi UU PDP dinilai penting untuk menjaga kedaulatan data Indonesia di tengah ancaman kebocoran data dan perkembangan teknologi digital.
Volume kendaraan di Tol Solo-Jogja meningkat 25,55 persen saat libur Iduladha 2026. Jasa Marga mencatat 334.745 kendaraan melintas di tiga ruas tol.
Warga Dukuh Wonolapan, Karanganyar, resah akibat aksi pria telanjang yang berkeliaran malam hari. Polisi masih melakukan penyelidikan.
Kementan memperketat pengawasan harga ayam hidup dan menunda rekomendasi usaha perunggasan demi melindungi peternak rakyat dari kerugian.
Penjualan tiket KAI tembus 1,21 juta saat long weekend Iduladha 2026. Rute Jakarta–Jogja jadi favorit, mobilitas melonjak tajam.
Bandara Soekarno-Hatta mencatat 104.150 penumpang selama libur Iduladha 2026. Terminal 3 menjadi penyumbang trafik terbesar.