Jelang MPLS, 20 Sekolah Rakyat Siap Digunakan
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 20 kabupaten dan kota rampung menjelang MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 dan siap digunakan.
CEO dan Kepala Eksekutif Boeing Dennis Muilenburg./Bisnis-Bloomberg
Harianjogja.com, JAKARTA--Boeing telah memperbaharui Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) dan berhasil melakukan uji coba penerbangan. Rencananya, Boeing akan melaporkan uji coba tersebut pada Federal Aviation Administration (FAA).
President and CEO Boeing Dennis Muilenburg bersama dengan pilot menguji langsung sistem MCAS tersebut yang dibenamkan dalam pesawat B737 MAX 7. Awak penerbangan melakukan beberapa skenario untuk mengetahui berbagai aspek dari perubahan perangkat lunak guna menguji risiko kegagalan.
"Pembaruan perangkat lunak berfungsi lancar seperti yang diharapkan, dan pesawat mendarat dengan selamat di Boeing Field [Seattle]. Kami akan mengirimkan pembaruan sebagai tinjauan FAA setelah uji coba ini selesai dalam beberapa pekan mendatang," kata Muilenburg dalam keterangan resmi, Kamis (4/4/2019).
Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan penerbangan uji penerbangan dan demo tambahan. Hal tersebut dilakukan seiring dengan upaya pabrikan untuk mengidentifikasi dan memenuhi semua persyaratan sertifikasi dengan tepat.
Pihaknya menuturkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Selain itu, pengembangan dan uji coba sistem baru akan terus dilakukan untuk memastikan bisa berfungsi dengan semestinya.
Sistem kendali Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) didesain dan tersertifikasi untuk seri MAX yang berfungsi meningkatkan stabilitas pesawat menyamai seri 737. MCAS dirancang untuk mengaktifkan mode penerbangan manual yang disinkronkan dengan sensor Angle of Attack.
Boeing telah mengembangkan pembaruan perangkat lunak MCAS untuk menyediakan proteksi tambahan apabila sensor AOA mengalami kesalahan dalam membaca data.
Perangkat lunak tersebut telah melalui ratusan jam analisis, tes laboratorium, verifikasi simulator, dan dua kali uji penerbangan. Selain itu, juga telah lolos uji sertifikasi yang dilakukan perwakilan FAA secara langsung sebagai peninjau selama uji penerbangan.
Sistem kendali penerbangan yang baru ini akan membandingkan input dari kedua sensor AOA. Apabila sensor terdapat selisih 5,5 derajat atau lebih, dengan posisi sirip (flap) pesawat ditarik, maka MCAS tidak akan aktif. Indikator pada layar dek penerbangan akan memberi tahu pilot.
Jika MCAS diaktifkan dalam kondisi tidak normal, maka hanya memberikan satu input data untuk setiap sensor AOA. Dengan demikian, tidak akan terjadi kondisi kegagalan akibat sistem MCAS yang memberikan banyak input.
Pembaruan ini diklaim akan mengurangi upaya kru pilot dalam situasi penerbangan tidak normal dan mencegah kesalahan pembacaan data akibat aktivasi MCAS. Boeing akan tetap melanjutkan koordinasi dengan FAA dan regulator lain terkait dengan sertifikasi pembaruan perangkat lunak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 20 kabupaten dan kota rampung menjelang MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 dan siap digunakan.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Empat atlet Indonesia lolos final speed panjat tebing di Nagoya. FPTI membidik medali dan berharap podium dikuasai wakil Indonesia.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Remaja 17 tahun di Berbah, Sleman, dibacok celurit saat pulang memancing. Polisi menangkap dua pelaku yang diduga salah sasaran.