KPK: Potensi Penerimaan Negara Rp4.000 Triliun, Hanya Separuh yang Masuk

Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi Senin, 01 April 2019 18:47 WIB
KPK: Potensi Penerimaan Negara Rp4.000 Triliun, Hanya Separuh yang Masuk

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan./Antara-Sigid Kurniawan

Harianjogja.com, SEMARANG — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Pandjaitan mengungkapkan ada kebocoran pendapatan yang bisa diterima oleh pemerintah. 

Basaria mengatakan bahwa pendapatan pemerintah seharusnya Rp4.000 triliun, namun yang diterima hanya separuhnya saja.

"KPK mulai tahun kemarin tidak hanya konsen [konsentrasi] pada biaya atau keuangan negara yang dipakai pejabat penyelenggara negara agar sesuai tujuan. Mulai tahun kemarin sudah bicara berapa harusnya penerimaan seluruh daerah yang bisa diterima kalau tidak terjadi kebocoran," katanya dalam satu acara di Semarang, Jawa Tengah,  Senin (1/4/2019).

Dia menjelaskan, dari perhitungan internal KPK, seharusnya ada Rp4.000 triliun yang diterima tiap tahunnya, tapi pada kenyataannya pendapatan yang diterima sekitar Rp2.000 triliun.

"Perhitungan Litbang KPK, harusnya bisa terima Rp4000 triliun, tapi kenyataannya APBN kita Rp2000 triliun sekian, jadi hampir separuh, lebih mungkin. Kalau kita maksimal dan benar tidak ada kebocoran maka Rp4000 triliun bisa dicapai," ujar Basaria.

Sementara itu, lanjut dia salah satu upaya mencegah kebocoran yaitu menggunakan inovasi online agar transparan. Saat ini beberapa daerah sudah bisa memantau online pedanpatan pajak dari Hotel, restoran, tempat hiburan, dan parkir. 

"Untuk Bali bahkan sudah  pakai software, sudah otomatis pendapatan yang harusnya 10% sudah ke kas daerah. Potensi hilang pendapatan karena selama ini manual, paling efektif yaitu online," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online