Prabowo Hadiri Sidang DPR, Sampaikan Kerangka RAPBN 2027
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna
Harianjogja.com, BANDUNG—Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna membantah tuduhan bekas anak buahnya ihwal mobilisasi memilih calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.
“Kalau dari pengakuannya mengarahkan, saya tidak pernah mengarahkan. Sama sekali tidak ada perintah untuk menggalang kekuatan guna pemenangan salah satu pasangan capres-cawapres,” ujar Budi, Senin (1/4/2019).
Budi mengatakan pengumpulan jajaran kapolsek di Mapolres biasa dilakukan setiap bulan untuk memetakan kerawanan wilayah.
Sebelumnya, Mantan Kapolsek Pasirwangi, Garut, Jawa Barat, AKP Sulman Aziz, mengaku diminta memenangkan Jokowi-Ma’ruf. “Ada ancaman kalau paslon nomor urut 01 kalah di wilayah masing-masing, kapolsek akan dimutasikan,” ujar Sulman di Kantor LBH Lokataru, Jakarta Timur, Minggu (31/3/2019).
Menurut dia, arahan itu disampaikan oleh Kapolres Garut di forum saat rapat di Polres Garut, sebelum 25 Februari. Sulman kemudian dimutasi ke Polda Jawa Barat karena dianggap mendukung calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, Sulman tak mengetahui apakah arahan itu berasal dari atasan yang lebih tinggi atau tidak
Sulman mengaku hanya menjalankan tugas sebagai kapolsek untuk memastikan deklarasi Prabowo-Sandi pada 25 Februari 2019 di wilayah Kecamatan Pasirwangi, Jawa Barat, berjalan sesuai ketentuan. Namun, kata Salman, dia malah dianggap tidak netral
“Saya dimutasikan dari Kapolsek [Pasirwangi] ke Polda Jawa Barat dikarenakan saya berfoto dengan seorang tokoh agama NU Kecamatan Pasirwangi. Kebetulan sebagai Ketua Panitia Deklarasi Prabowo - Sandi yang dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2019,” ujar dia.
Ia telah memberikan laporan berupa foto bersama tokoh agama setempat sebagai bentuk laporan kepada Kapolres Garut. Tujuannya untuk memberitahu dirinya sudah berkoordinasi dengan panita acara tersebut. Sulman saat ini telah dimutasi sebagai Kanit Seksi Pelanggaran Subdit Dakum Direktorat Jawa Barat.
“Saya juga dianggap tidak melakukan penggembosan terhadap massa yang akan mengikuti deklarasi [Prabowo – Sandiaga] tersebut,” kata dia.
Mutasi Wajar
Budi mengatakan mutasi AKP Sulman Aziz adalah kebijakan wajar dalam institusi Polri. Lagipula, Sulman sudah menduduki jabatan kapolsek selama dua tahun. “Wewenang mutasi kapolsek dari Polda bukan Polres. Kalau anggota ya Kapolres, kalau kapolsek ke atas ya Polda bukan saya,” tutur Budi.
Budi sudah menyambangi bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat untuk mengklarisikasi pernyataan Sulman Aziz.
“Tadi malam Kapolres Garut mendatangi Propam Polri untuk mengklarifikasi pernyataan yang berkembang,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko,Senin (1/4/2019).
Trunoyudo menegaskan apa yang disampaikan oleh Sulmun Aziz tidak benar sama sekali. Bahkan, Polda Jawa Barat telah memanggil Sulman Aziz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com & Suara.com
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina