Menurut Prabowo, Pengangguran Tidak Seharusnya Dikasih Kartu dan Duit

Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso Kamis, 28 Maret 2019 21:07 WIB
Menurut Prabowo, Pengangguran Tidak Seharusnya Dikasih Kartu dan Duit

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat kampanye terbuka di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019)./Tim Media Prabowo-Sandi

Harianjogja.com, JAKARTA– Calon Presiden Prabowo Subianto menkritik program kartu prakerja dilontarkan oleh pasangan Joko Widodo-Ma\'ruf Amin.

Prabowo mengatakan bahwa program pembagian kartu yang nantinya dapat ditukarkan dengan uang itu sangat tidak mendidik masyarakat dan tidak menjamin kesejahteraan rakyat dapat tercipta. Apalagi, kondisi keuangan negara saat ini sangat tidak mendukung program tersebut.

“Saudara kita nanti dibagi-bagi kartu semua ya? Kalian seneng dikasih kartu? Ngapain kalian dibagi 5, 7, 10 kartu kalau duitnya gak ada,” katanya di hadapan massa pendukung saat kampanye terbuka di lapangan Sidolig, Bandung, Jawa Barat melalui keterangan pers, Kamis (28/3/2019).

Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno ini menjelaskan bahwa saat ini rakyat Indonesia sangat membutuhkan lapangan pekerjaan. Sebab, masih banyak anak-anak muda yang menganggur.

Sementara itu, emak-emak saat ini sangat membutuhkan harga bahan pokok yang murah dan stabil. Baginya, program kartu kartu tersebut tidak bisa memberikan kesejahteraan dan hanya bersifat sementara saja serta itu bukan solusi yang terbaik.

“Pengangguran nanti dikasih kartu dikasih duit? Pengangguran itu dikasih pekerjaan bukan dikasih duit dan kartu itu bohong namanya duitnya gak ada,” jelasnya.

Prabowo menegaskan bahwa perjuangan dirinya bersama Sandiaga Salahuddin Uno dan tim pemenangnya adalah untuk menciptakan rasa adil dan memberikan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Caranya membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, menurunkan dan menjamin harga kebutuhan pokok, melindungi petani dan nelayan dari serangan impor serta meningkatkan penghasilan bagi para pegawai pemerintah.

Cara untuk menekan pengangguran yang akan dilakukan Prabowo yaitu dengan menekan kebocoran keuangan negara yang saat ini disimpan di luar negeri dan menekan angka korupsi di Indonesia.

Dengan demikian, uang-uang tersebut dialihkan untuk melaksanakan program program yang saat ini dia perjuangkan demi terciptanya kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita akan alihkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dengan membangun pabrik-pabrik baru, perbaikan gaji PNS, guru, dokter, gubernur, menteri, perawat, bidan, guru honorer dan seluruh pegawai pemerintah lainnya, serta untuk kemakmuran rakyat Indonesia semua,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online