Prabowo Gelar Ratas Bahan Pendidikan Gratis dari SD hingga Perguruan Tinggi
Ratas Prabowo membahas rencana pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi negeri. Pemerintah masih menyiapkan mekanisme pelaksanaannya.
Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) dengan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat (5/10). /Antara Foto-Reno Esnir
Harianjogja.com, JAKARTA--Terdakwa Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada dokter dari Rumah Sakit Khusus atau RSK Bedah Bina Estetika, dokter Sidik Setiamihardja lantaran namanya turut terseret dalam kasus penyebaran berita bohong alias hoaks. Hal itu disampaikan Ratna setelah dokter Sidik menjadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang Ratna, Selasa (26/3/20190 siang.
Permintaaan maaf itu dilayangkan Ratna karena menganggap keterangan Sidik dipermasalahkan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan."Saya melalui kalian minta maaf kepada dia [dokter Sidik]. Dia tidak salah, ada kesan seolah-olah dia salah," kata Ratna saat saat tiba rumah tahanan Polda Metro Jaya, Selasa (26/3/2019).
Dia menilai jika dokter Sidik tak berkaitan dengan kasusnya. Aktivis gaek itu juga mengaku mengenal baik dokter Sidik karena sudah lama menjadi pasien di RSK Bedah Bina Estetika
"Dia [Sidik] dokter yang baik. Dan aku pakai dia dari usia saya 65 tahun. Jadi sudah sering saya pakai [jasa] dia [dokter Sidik]," kata dia.
Dalam agenda sidang kelima ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan enam orang saksi. Tiga orang saksi dari pihak kepolisian yakni Niko Purba, Mada Dimas, dan Arief Rahman. Kemudian tiga orang saksi lainnya yakni, dokter dari RSK Bedah Bina Estetika dokter Sidik Setiamihardja, Desak Asita Kencana, dan Kepala Perawat Aloysius Sihombing.
Dalam kasus ini, Ratna didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Jaksa juga mendakwa Ratna Sarumpaet dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) UU No.19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Ratas Prabowo membahas rencana pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi negeri. Pemerintah masih menyiapkan mekanisme pelaksanaannya.
Jalan Palagan Sleman rusak di tujuh titik dan butuh perbaikan drainase. DPRD DIY mendorong anggaran sekitar Rp24 miliar melalui APBD.
Stunting di Giwangan tercatat 6,25 persen. Kelurahan membentuk Tim SIGAB Stunting untuk mempercepat deteksi dan pendampingan keluarga.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Performa Intel Core Ultra, keamanan kelas bisnis, dan ketahanan MIL-STD-810H dalam laptop kerja yang ringan dan terjangkau untuk profesional