Aksi Teatrikal Warnai Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Kantor PDIP
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) dengan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat (5/10). /Antara Foto-Reno Esnir
Harianjogja.com, JAKARTA--Terdakwa Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada dokter dari Rumah Sakit Khusus atau RSK Bedah Bina Estetika, dokter Sidik Setiamihardja lantaran namanya turut terseret dalam kasus penyebaran berita bohong alias hoaks. Hal itu disampaikan Ratna setelah dokter Sidik menjadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang Ratna, Selasa (26/3/20190 siang.
Permintaaan maaf itu dilayangkan Ratna karena menganggap keterangan Sidik dipermasalahkan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan."Saya melalui kalian minta maaf kepada dia [dokter Sidik]. Dia tidak salah, ada kesan seolah-olah dia salah," kata Ratna saat saat tiba rumah tahanan Polda Metro Jaya, Selasa (26/3/2019).
Dia menilai jika dokter Sidik tak berkaitan dengan kasusnya. Aktivis gaek itu juga mengaku mengenal baik dokter Sidik karena sudah lama menjadi pasien di RSK Bedah Bina Estetika
"Dia [Sidik] dokter yang baik. Dan aku pakai dia dari usia saya 65 tahun. Jadi sudah sering saya pakai [jasa] dia [dokter Sidik]," kata dia.
Dalam agenda sidang kelima ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan enam orang saksi. Tiga orang saksi dari pihak kepolisian yakni Niko Purba, Mada Dimas, dan Arief Rahman. Kemudian tiga orang saksi lainnya yakni, dokter dari RSK Bedah Bina Estetika dokter Sidik Setiamihardja, Desak Asita Kencana, dan Kepala Perawat Aloysius Sihombing.
Dalam kasus ini, Ratna didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Jaksa juga mendakwa Ratna Sarumpaet dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) UU No.19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.