85.650 Guru Akan Pensiun pada 2022

Newswire
Newswire Selasa, 12 Maret 2019 22:07 WIB
85.650 Guru Akan Pensiun pada 2022

Ilustrasi CPNS./Antara Foto-Adwit B Pramono

Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memprediksi akan ada 85.650 guru yang pensiun pada 2022 nanti.

Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi mengatakan tenaga pendidik merupakan salah satu yang penting dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air.

Saat ini, jumlah guru yang ada di Indonesia sebanyak 3,01 juta orang yang mengajar di 218.989 sekolah. Dari jumlah itu, sebanyak 2,1 juta guru mengajar di sekolah negeri dan sebanyak 902.531 orang di sekolah swasta. Hingga kini dari jumlah guru sebanyak 3,01 juta orang itu masih membutuhkan atau kekurangan sebanyak 707.324 guru untuk sekolah negeri. Terlebih dalam tiga tahun ke depan akan ada sebanyak 85.650 guru yang akan pensiun.

"Itu akan menjadi puncak pensiun guru yang terbesar. Ini perlu dilakukan antisipasi melalui proses rekrutmen guru. Kalau tidak disiapkan betul maka dapat terjadi kekurangan guru," ujarnya, Selasa (12/3/2019).

Oleh karena itu, rekrutmen guru diperlukan untuk menggantikan guru pensiun dan memenuhi kebutuhan guru saat ini sehingga tak terjadi kekurangan tenaga pendidik.

Tujuan rekrutmen guru ada tiga yakni untuk memenuhi kekurangan guru, memenuhi karena penambahan akses seperti pembangunan sekolah baru sehingga perlu guru baru, dan memenuhi guru yang pensiun.

Untuk itu, kementerian berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) guna menyiapkan mekanisme rekrutmennya sehingga akan terpenuhi kebutuhan guru.

"Kami akan koordinasi terus dengan Kemenpan agar nanti yang pensiun pada 2022 ini bisa dipenuhi dari rekrutmen terbuka yang sekarang sudah dilakukan untuk memenuhi guru pensiun," katanya.

Didik menambahkan untuk mengatasi kekurangan guru saat ini berencana mengangkat guru honorer K2 menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK. Adapun jumlah guru honorer atau non-PNS saat ini mencapai 735.825 orang.

"Dengan adanya pengangkatan guru honorer ini bisa menjawab satu persatu wilayah Indonesia yang masih kekurangan guru. Saya harap dalam empat hingga lima tahun ke depan permasalahan kekurangan guru di seluruh Indonesia akan selesai," tuturnya.

Pengamat Pendidikan Budi Trikorayanto menuturkan saat ini rasio guru dengan siswa di Indonesia sudah mencapai 1:16. Untuk mengatasi kekurangan guru, pemerintah harus menghitung secara cermat kebutuhan guru di Indonesia. "Kekurangan guru bisa dilakukan mutasi guru dari daerah lain yang berlebih," ucapnya.

Menurut dia, masalah pendidikan di Indonesia dalam rangka peningkatan kualitas SDM, tak hanya jumlah guru tetapi masih banyak guru yang kurang bermutu. Oleh karena itu, selain memperbanyak jumlah guru, pemerintah juga harus meningkatkan kapasitas kompetensi guru di Tanah Air.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online