Jenazah Anak Usia 9 Tahun Ditolak Warga Hanya karena Orang Tua Bermasalah

Newswire
Newswire Selasa, 12 Maret 2019 18:47 WIB
Jenazah Anak Usia 9 Tahun Ditolak Warga Hanya karena Orang Tua Bermasalah

Ilustrasi jenazah./Antara-Ardiansyah

Harianjogja.com, BAU-BAU--Ramadan, bocah berusia sembilan tahun di Kelurahan Labalawa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, sengsara ketika hidup, begitu pula ketika meninggal dunia. Semasa hidup, ia ditinggalkan oleh kedua orangtuanya hanya bersama sang kakak yang juga masih kecil.

Ramadan lantas meninggal dunia karena kebakaran. Setelahnya, warga kampung tak mau mengurusi maupun memakamkan jasad bocah tersebut, gara-gara kesal terhadap ayah Ramadan yang membawa lari sepeda motor tetangga. Bocah tersebut tewas di dalam rumahnya yang hebat terbakar pada hari Sabtu (2/3/2019) sekitar pukul 01.00 WITA.

Ramadan yang hanya tidur bersama sang kakak, Risno (16), terjebak dan tak bisa keluar rumah karena terhalang si jago merah. ”Mereka sebenarnya tinggal bersama nenek. Tapi saat kejadian, nenek mereka sedang berada di rumah sanak keluarnya di luar daerah,” kata Kapolres Baubau AKBP di Winarno Selasa (12/3/2019).

Saat kebakaran, sang kakak berupaya menyelamatkan diri bersama Ramadan. Namun, sang adik tak terselamatkan karena tidak berani untuk menerobos api untuk keluar dari pintu belakang.

Hadi menjelaskan, ayah dan ibu kedua bocah tersebut telah lama pergi. Sang ayah pergi setelah meminjam sepeda motor tetangga dan tak dikembalikan. Sementara si ibu tak tahu di mana rimbanya.

Aparat kepolisian baru bisa mengevakuasi jenazah Ramadan pada hari Minggu (3/3/2019), setelah api benar-benar padam. Namun, kala itu, tak ada warga yang mau mengurus jenazah ataupun memakamkan bocah tersebut.

“Ayahnya ada utang dengan orang kampung. Dia juga meminjam motor tetangga tapi tak dikembalikan. Warga kesal sehingga tak mau mengurusi jenazah Ramadan,” katanya.

Aparat kepolisian Baubau, melalui Kapolsek Murhum Ipda Marvi Oksiriana Cakti lantas menemui warga dan memberi pengertian. “Bocah itu tak ada sangkutpautnya dengan kelakuan orangtuanya. Apalagi dia korban kebakaran. Setelah diberi penjelasan, akhirnya warga mau mengebumikan jenazah Ramadan, hari itu juga,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara.com

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online