Penentuan Iduladha 2026 Diputuskan Hari Ini
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Iduladha - Ilustrasi-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah pada Minggu (17/5/2026). Puncak dari musyawarah yang berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta Pusat ini akan menjadi penentu resmi kapan umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Iduladha 2026.
Masyarakat dapat memantau langsung hasil keputusan penentuan hari raya tersebut melalui konferensi pers resmi yang akan disiarkan secara real-time pada pukul 19.00 WIB. Pemerintah juga memfasilitasi siaran langsung melalui kanal YouTube resmi Kemenag dan Bimas Islam TV.
Berdasarkan skema dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, tahapan sidang dimulai dengan seminar pemaparan posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Dalam sesi ini, tim ahli akan menyajikan data hisab (perhitungan astronomi) serta mengumpulkan hasil pemantauan (rukyat) hilal dari titik-titik observasi di seluruh penjuru Indonesia.
Seusai seminar, agenda berlanjut ke sidang isbat utama secara tertutup mulai pukul 18.00 WIB. Metode kombinasi antara hisab dan rukyat ini tetap menjadi acuan baku pemerintah dalam mengambil keputusan krusial keagamaan, seperti awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Menariknya, momentum Iduladha tahun ini diprediksi akan berlangsung serentak. Peneliti Ahli Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memproyeksikan posisi hilal pada petang ini sudah memenuhi syarat kelayakan visibilitas di hampir seluruh wilayah tanah air.
Thomas melihat adanya peluang besar bagi pemerintah Indonesia, ormas Muhammadiyah, hingga otoritas Arab Saudi untuk menetapkan awal Zulhijah pada tanggal yang sama. Hal itu dikarenakan kriteria tinggi hilal dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dipakai Muhammadiyah, sistem Ummul Qura di Arab Saudi, serta standar MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang dianut pemerintah diperkirakan akan terpenuhi secara bersamaan.
Apabila kalkulasi astronomis tersebut terbukti sahih di ruang sidang, maka tanggal 1 Zulhijah 1447 H akan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha di Indonesia diperkirakan kuat bakal diperingati bersama pada Rabu, 27 Mei 2026 mendatang.
Kendati indikasi kesamaan tanggal ini sangat kuat, masyarakat luas tetap diimbau untuk bersabar dan menghormati hasil ketetapan formal dari sidang isbat. Kepastian tanggal ini memang sangat dinantikan publik, mengingat erat kaitannya dengan persiapan teknis ibadah kurban, pengaturan jadwal mudik, hingga libur nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.
Pelajar 17 tahun tewas usai diduga dianiaya menggunakan senjata tajam di Kotabaru Jogja. Polisi masih memburu pelaku.
Google menghapus 28 aplikasi Android palsu CallPhantom yang mengaku bisa memata-matai WhatsApp dan riwayat panggilan pengguna.
Bisnis ternak sapi dan kambing jelang Iduladha 2026 masih menjanjikan, tetapi peternak harus menghitung modal dan risiko secara matang.
Apple Music menghadirkan Discovery Station, fitur rekomendasi musik baru berbasis algoritma personal untuk menemukan lagu baru.