Kasus Santri Lombok Tengah, LPA Soroti Aplikasi Khusus Gay
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjoga.com, JAKARTA--Polisi meringkus empat orang yang tergabung dalam geng motor bernama Rawa Lele karena melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian. Mereka adalah FB alias BJ, 18, MFF alias RZ, 21, AH alias AW, 21 dan MR alias RF, 21.
Keempatnya diringkus di Jalan Raya Jati Makmur, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). Di hari yang sama sekitar pukul 02.45 WIB Geng Rawa Lele bentrok dengan geng Boker 23 di Jalan Cilepuk, lJati Makmur, Pondok Gede, Bekasi.
"Sebelum bentrok, salah satu pelaku berinisial SR dari Geng Rawa Lele ini mengajak pelaku lainnya untuk berkumpul di sekitar Perumahan Taman Mini, Kota Bekasi. Setelah mereka berkumpul, mereka melakukan penyerangan ke anggota geng Boker 23," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Rabu (6/3/2019).
Atas bentrokan tersebut, seorang remaja bernama Irwansyahlah tewas karena karena mengalami pendarahan di bagian punggung. Pemuda itu dibacok serta dilempar batu oleh para pelaku.
Selain itu, polisi masih memburu tiga orang pelaku lainnya yang masih berstatus DPO. Mereka adalah KR, SR, dan MSR.
"Kami juga masih memburu empat pelaku lain yang masih melarikan diri yakni KR, SR dan MSR," jelasnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 170 ayat 3 KUHP dan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.