Intelijen AS Sebut China Kantongi Data 220 Juta Pemilih Amerika
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Jusuf Kalla/Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JAKARTA-- Meski menjadi bagian dari penyelenggara negara, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengritik pelaksanaan Pemilu tahun ini. Pasalnya, masyarakat harus mencoblos beberapa kertas suara untuk memilih pilihannya.
Menurut Ketua Umum PMI ini, cara memilih dengan mencoblos adalah cara lama yang sebenarnya tidak perlu digunakan lagi.
"Pemilu ini yang tersulit di dunia. Karena orang kira-kira harus nusuk 5 kali. Nusuk ini primitif sebetulnya," kata Wapres JK saat menghadiri Diskusi Prospek Ekonomi di Tahun Politik, di Hotel Westin, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).
JK menuturkan, alasan Indonesia masih mencoblos, karena masyarakat masih ada yang buta huruf. Disebutkannya, saat ini sebanyak 3 persen masyarakat dari total penduduk masih buta huruf.
"Dasarnya sederhana karena masih ada yang buta huruf yakni 3 persen di Indonesia. Jadi kita ikuti yang 3 persen abaikan 97 persen," ucap dia.
Maka dari itu, Indonesia harus merubah tata cara memilih dalam pemilu. Karena, memilih lewat mencoblos itu hanya ada di dua negara yaitu di Indonesia dan Afrika.
"Zaman saya pernah contreng 2009 tapi kembali ke tusuk, nyoblos," tandas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun
Residivis berinisial FAPP ditangkap polisi setelah mencuri puluhan bungkus rokok senilai Rp3 juta dari warung di Dlingo, Bantul, dengan modus berpura-pura menja
Anthropic menghentikan evaluasi keamanan siber setelah menemukan tiga insiden Claude yang sempat mengakses internet dan sistem nyata saat pengujian
UBS Global Wealth Report 2026 mencatat kekayaan dunia tumbuh 10,8 persen pada 2025. Swiss masih menjadi negara dengan rata-rata kekayaan tertinggi.
Meta gelontorkan Rp2.617 triliun untuk bangun infrastruktur AI. Laba turun, saham sempat merosot. Visi personal superintelligence Zuckerberg harus dibayar mahal