Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi PNS/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL-Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Danu Suswaryanta mengklaim sejauh ini tahapan seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Bantul tidak ada masalah. Ia meminta peserta untuk mempersiapkan diri.
"Peserta K2 harus menguasai materi tes dan sistemnya. Karena seleksi ini menggunakan CAT [computer assisted test] jadi harus dipahami caranya supaya tidak keliru," kata Danu, saat dihubungi Kamis (14/2/2019).
Permintaan Danu ini berdasarkan dari data banyak K2 di Bantul yang belum bisa mengeporasikan komputer. Padahal kemampuan mengoperasikan komputer menjadi syarat mutlak untuk mengikuti tahapan tes berbasis atau computer assisted test (CAT). Oleh karena itu pihaknya meminta agar K-2 mempersiapkan diri.
Menurut Danu, sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) adalah 23 Februari 2019 ini. Rencananya untuk Bantul akan dielar di komplek SMA 1 Bantul. Terkait sarana dan prasarana proses rekrutmen sudah, kata Danu, sudah dipersiapkan, sehingga tidak ada masalah.
Danu mengatakan yang masih belum siap justru dari anggaran untuk gaji. Karena bagaimanapun, menurutnya, setelah P3K resmi diterima maka perlu mempersiapkan gaji bulanannya. Sementara Pemerintah Kabupaten Bantul belum menanggarkan. Persoalan tersebut sampai saat ini masih menjadi pembahasan.
Pembahasan akan dilanjutkan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), "Persoalan seleksi sudah tidak ada masalah. Ya mudah-mudahan soal gaji juga tidak bermasalah," ujar Danu.
Diketahui kuota P3K tahap pertama di Bantul sebanyak 331 orang. Kuota itu terdiri dari 255 orang K2 dari guru, 12 orang tenaga kesehatan, dan 64 orang penyuluh pertanian. Sebenarnya honorer K2 di Bantul tercatat ada 621 orang yang tersebar di berbagai oranisasi perangkat daerah (OPD), namun sebagian besar adalah tenaga teknis administrasi. Sisanya tenaga fungsional 331 orang. Data itu juga yang sudah tercatat di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.