30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Patroli polisi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perbincangan mengenai reformasi Polri kembali mencuat di ruang publik seiring berkembangnya berbagai usulan terkait penataan sistem keamanan nasional. Sejumlah kalangan akademisi menilai langkah reformasi tetap diperlukan untuk memperkuat profesionalisme, transparansi, serta akuntabilitas institusi kepolisian di Indonesia.
Di tengah wacana tersebut, para akademisi menegaskan bahwa pembaruan kelembagaan Polri harus tetap berlandaskan prinsip yang lahir dari agenda Reformasi 1998, yakni menempatkan Polri secara langsung di bawah Presiden sebagai bagian dari desain sistem keamanan nasional.
Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (Pusham UII) Eko Riyadi menegaskan bahwa kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan konstruksi konstitusional yang dirancang untuk menjaga independensi institusi kepolisian dari pengaruh kepentingan politik sektoral.
“Dengan kedudukan tersebut, Polri diharapkan dapat menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan netral,” katanya dalam siaran tertulisnya, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa wacana penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan dalam sistem pemerintahan. Selain itu, skema tersebut dinilai membuka peluang terjadinya politisasi terhadap pelaksanaan tugas-tugas kepolisian.
Karena itu, menurutnya, agenda pembenahan institusi Polri sebaiknya lebih diarahkan pada reformasi internal yang menyentuh aspek mendasar organisasi. Upaya tersebut antara lain melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan mekanisme pengawasan internal maupun eksternal, serta penegakan kode etik profesi kepolisian secara konsisten.
Selain pembenahan tata kelola internal, reformasi Polri juga dipandang perlu mencakup modernisasi organisasi serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam proses penegakan hukum. Langkah ini dinilai penting agar institusi kepolisian mampu merespons dinamika keamanan yang semakin kompleks di era digital.
“Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional,” ujarnya.
Para akademisi juga mengingatkan bahwa stabilitas keamanan merupakan salah satu prasyarat utama bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Dalam kerangka tersebut, Polri memegang peran strategis dalam menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
Situasi keamanan yang stabil dinilai menjadi fondasi penting agar agenda pembangunan dan proses demokrasi dapat berjalan secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, reformasi Polri perlu terus didorong melalui pendekatan akademis, dialog publik, serta penguatan tata kelola kelembagaan, sembari tetap mempertahankan prinsip dasar Reformasi 1998 yang menempatkan Polri di bawah Presiden sebagai fondasi sistem keamanan nasional yang profesional, akuntabel, dan demokratis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.