Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Juli 2026, Elon Musk Nomor Satu
Forbes merilis daftar orang terkaya dunia Juli 2026. Elon Musk tetap di posisi pertama dan menjadi triliuner pertama dunia
Ilustrasi alat peraga kampanye. (Harian Jogja-Beny Prasetya)
Harianjogja.com, BANTUL--Tim gabungan yang dibentuk oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul telah melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) kedua kalinya di bulan Februari pada Kamis (14/2/2019). Pada penertiban awal Februari lalu Bawaslu telah menertibkan sebanyak 622 APK yang melanggar.
Pada penertiban kedua ini jumlah APK yang melanggar jumlahnya semakin meninggkat yaitu sebanyak 736 APK yang melanggar peraturan. APK tersebut terdiri dari baliho, spanduk, umbul-umbul, bendera, rontek dan banner.
“Hari kami kita telah menertibkan APK yang melanggar perarturan di Kabupaten Bantul sebanyak 736, tadi kami berangkat jam 08.00 sampai siang setelah jam sholat dzuhur, jumlahnya yang melanggar meningkat lantaran hari ini kami juga menertibkan APK di beberapa Kecamatan yang belum kami tertibkan di awal bulan kemarin [Awal Bulan Februari],” kata Kepala Bawaslu Kabupaten Bantul Harlina ketika dihubungi Harian Jogja pada Kamis (14/2/2019).
736 APK yang melanngar kini telah menjadi barang sitaan dan tidak bisa diambil kembali di Bawaslu serta Satpol PP. Untuk APK yang berbentuk bendera akan disimpan di Kantor Dinas Bawaslu Kabupaten Bantul, sedangkan sisanya akan disimpan oleh Satpol PP.
“Jadi untuk yang APK berbentuk bendera akan kami simpan di kantor kami [Kantor Bawaslu], terus kalau selain bendera seperti baliho, banner, spanduk kami serahkan kepada satpol PP,” lanjut Harlina.
Harlina berharap bahwa kedepannya tidak akan ada lagi APK yang melanggar peraturan. “Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada semua partai peserta Pemilu agar kedepannya tidak ada pelanggaran APK lagi maupun pelanggaran lainnya di Pemilu tahun ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Forbes merilis daftar orang terkaya dunia Juli 2026. Elon Musk tetap di posisi pertama dan menjadi triliuner pertama dunia
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.