Rektor UAD Ingatkan Lulusan Soal AI dan Persaingan Dunia Kerja
Sebanyak 2.130 mahasiswa diwisuda UAD, 98% meraih cumlaude. Rektor Muchlas berpesan agar lulusan adaptif menghadapi AI dan dunia kerja.
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri dan pejabat lain meninjau Jalan Tol Sragen Ngawi usai meresmikannya di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018)./ANTARA-Agus Salim
Harianjogja.com, JAKARTA - Jasa Marga (Persero) siap menurunkan tarif tol sesuai kemauan para pengusaha. Akan tetapi, pemerintah harus memberikan insentif agar perusahaan tidak merugi.
Hal ini menanggapi Asosiasi Logisitik Indonesia (ALI) yang mengeluhkan tingginya tarif Tol Trans Jawa. Mereka menyebut jika tarif Trans Jawa untuk truk pengangkut logisitik mencapai Rp1,3 juta.
Corporate Finance Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) Eka Setia Adrianto mengatakan, pihaknya bisa saja menurunkan tarif tol sesuai kemauan para pengusaha. Akan tetapi, pemerintah harus memberikan insentif agar perusahaan tidak merugi.
"Iya [harus ada insentif] agar return-nya terjadi, jadi win-win lah. Kalau deal itu agar sama-sama senang," ujarnya saat ditemui di Menara BCA, Jakarta, Kamis (7/2/2019).
Eka menambahkan, dalam menentukan tarif, pihaknya tidak hanya sembarang menetapkannya. Perseroan sudah memiliki perhitungan tersendiri mengenai tarif ini.
Dirinya mencontohkan, biasanya dalam menetapkan tarif tol akan menghitung biaya investasi yang digelontorkan dengan masa konsesi yang diberikan. Semakin panjang masa konsesi semakin murah pula tarif tol yang diberikan.
Dalam penetapan tarif Tol Ngawi-Kertosono. Semestinya tarif ruas tol itu sebesar Rp1.200 per km, namun pemerintah meminta tarif hanya Rp1.000 per km dengan catatan adanya perpanjangan masa konsesi ke Jasa Marga.
"And then waktu itu konsesinya dinaikkan dari semula 35 tahun ke 50 tahun, jadi return-nya terjaga. Itu kan win-win tuh, tapi belum tentu semua ruas bisa ditreatment sama," jelasnya.
Eka menambahkan, mengenai tarif tol ini sendiri sebetulnya bukan hanya protes saja yang diterima Jasa Marga. Namun ada beberapa pihak juga yang justru mengaku bahagia dengan adanya jalan tol ini.
Sebab menurut mereka, adanya jalan tol ini bisa memangkas waktu tempuh. Contohnya adalah Tol Trans Jawa begitu memotong waktu tempuh truk logistik untuk rute Merak Banten-Pasuruan, dari semula 28 jam 3 menit menjadi 15 jam 38 menit.
"Saya lihatnya time travel yang lebih cepat harusnya dia bisa dorong produktivitas di revenue streamnya, sehingga secara return mereka tetap untung," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Sebanyak 2.130 mahasiswa diwisuda UAD, 98% meraih cumlaude. Rektor Muchlas berpesan agar lulusan adaptif menghadapi AI dan dunia kerja.
Wahyu Suhendri terpilih menjadi Ketua PKDI DIY periode 2026-2031. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi lurah dan kesejahteraan masyarakat.
Jasad perempuan ditemukan di sungai kawasan Air Terjun Suwono Indah Park Ngawi. Polisi meminta warga yang kehilangan keluarga melapor.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
DPRD Sleman menyoroti pentingnya evaluasi berkala, pemutakhiran data keluarga berisiko, dan koordinasi lintas sektor untuk menekan stunting.