Kementan Targetkan Tambahan 600.000 Sapi Perah hingga 2029
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Ilustrasi bekas ledakan bom/Istimewa via Suara.com
Harianjogja.com, FILIPINA--Dua WNI disebut-sebut menjadi pelaku bom di gereja Katolik Roma di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina selatan pada Minggu (27/1/2019) lalu. Namun sampai Jumat (1/2/2019) malam, Pemerintah Indonesia di Jakarta menyatakan belum dapat mengonfirmasi kabar tersebut.
Insiden itu tercatat menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 100 orang. Pada Jumat (1/2/2019) atau selang beberapa hari usai kejadian, Pemerintah Filipina menyatakan bahwa pelaku teror bom itu adalah dua warga negara Indonesia.
"Menteri Luar Negeri RI tengah mencoba berkomunikasi dengan berbagai pihak di Filipina untuk memperoleh konfirmasi," ujar Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (1/2/2019).
"KBRI di Manila maupun KJRI di Davao City juga tengah berusaha mendapatkan konfirmasi dari berita tersebut," katanya.
"Informasi terakhir yang diterima hari ini [oleh Kemlu RI] dari pihak Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dan komando militer Western Mindanao Command [Westmincom] menjelaskan bahwa pelaku pengeboman di Jolo, sampai saat ini belum teridentifikasi identitas maupun kewarganegaraanya," terang Kementerian Luar Negeri.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano mengatakan, pelaku serangan teror di Jolo diduga adalah pasangan asal Indonesia yang dibantu oleh kelompok yang terafiliasi ISIS. Menurut Menteri Ano, informasi tersebut didapat dari keterangan saksi dan sejumlah sumber yang tidak disebutkan namanya.
"Mereka orang Indonesia," kata Ano kepada CNN Philippines, seperti dikutip dari Euronews, Jumat (1/2/2019).
Menurut Ano, pasangan tersebut menerima bantuan dari Abu Sayyaf, sebuah organisasi militan terafiliasi ISIS di Filipina Selatan yang terkenal karena aksi penculikan dan aksi ekstremis lainnya.
Sementara Mendagri Filipina menambahkan, mereka yang merencanakan serangan itu berada di bawah instruksi ISIS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.