Polisi Tangkap 2 Pelaku Challenge Hafalan Alquran Dihadiahi Miras
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Bonvilio Yosafat Budihartono atau Bonbon sampai di Istana Merdeka Jakarta setelah menempuh perjalanan dari Jogja selama lima hari empat malam menggunakan sepeda. Bonbon langsung diterima oleh Staf Khusus Presiden, Sukardi Rinakit, Selasa (22/1/2019). Antara-Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA--Setelah menempuh perjalanan menggunakan sepeda dari Jogja selama lima hari emat malam, Bonvilio Yosafat Budihartono, 23, akhirnya sampai di tempat yang ingin ia tuju, yakni Istana Merdeka Jakarta.
Kendati tidak bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetapi ia sangat gembira karena diterima oleh orang kepercayaan presiden, yaitu Sukardi Rinakit yang menjabat sebagai Staf Khusus Presiden.
"Saya sengaja gowes sepeda dari Jogja ke Jakarta itu memang ingin mengumpulkan energi dar orang-orang baru yang saya temui di jalan. Bagi saya, itu seperti sebuah meditasi dan memberikan semangat baru," kata pria yang akrab disapa Bonbon ini dalam keterangan pers yang diterima Antara.
Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja ini memulai perjalanannya sejak Jumat (18/1/2019) dan tiba pada Selasa (22/1/2019). Dalam perjalanannya ia beristirahat di beberapa SPBU.
Berawal dari menjelajahi Suku Dayak di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu, Bonbon bersemangat untuk memupuk kecintaannya pada Indonesia. Hal itupun melatarbelakangi perjalanannya dari Jogja ke Jakarta.
"Dari perjalanan keliling Kalbar, yang saya tangkap warga di sana [Kalbar] menjadi sangat senang dan cinta kepada Indonesia karena saat ini mereka menikmati pembangunan. Mereka kini sudah menikmati listrik, sinyal hp, dan utamanya jalan raya yang membentang di pedalaman. Itu sangat berarti bagi mereka, khususnya yang hidup di perbatasan Malaysia-Indonesia. Dari sana saya merasa bangga menjadi rakyat Indonesia," kata Bonbon.
Bonbon mengaku senang setelah kedatangannya di Istana Merdeka disambut oleh Cak Kardi, panggilan akrab Staf Khusus Presiden yang menerimanya. Rasa-rasanya capeknya hilang setelah bertemu dengan Cak Kardi yang juga penulis buku Sudut Istana itu.
Sukardi menilai, kenekatan anak muda seperti Bonbon menunjukkan banyak anak muda yang mencintai pemimpinnya. Hal itu merupakan sinyal positif untuk peradaban Bangsa Indonesia ke depan.
"Ketulusan dari pemuda seperti inilah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur," kata Sukardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antaranews.com
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.