Kejagung Dalami Dugaan Aliran Rp40 Miliar dari Tan Kian kepada Febrie
Kejagung mendalami dugaan aliran Rp40 miliar dari Tan Kian kepada Febrie Adriansyah dalam perkara korupsi dan TPPU.
Basuki Tjahaja Purnama. /Antara Foto-Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menghirup udara bebas pada 24 Januari mendatang. Ketua DPRD DKI Prasetio Edi mengaku sempat mendengar keinginan Ahok.
Keinginan Ahok setelah mendekam selama dua tahun di Penjara Mako Brimob, Ahok menyampaikan ingin menjadi konsultan e-budgeting.
"Kata dia, kalau keluar nanti mau jadi konsultan e-budgeting," kata Prasetio kepada wartawan, Selasa (22/1/2019).
Ditambahkan Pras, keinginan Ahok menjadi konsultan e-budgeting agar dapat bisa mengurus Anggaran Pendapatan dan Belaja Derah (APBD) di pemerintahan agar bisa tersalurkan secara baik untuk rakyat.
"Dia kan punya ilmu bagaimana menggunakan anggaran di pemerintah daerah dengan baik. Baginya APBD harus sampai ditangan rakyat," ucapnya.
Selain ingin menjadi konsultan, Ahok juga dikabarkan ingin menjadi vloger yang nantinya video-video pengalamannya akan diuplode di akun media sosial dengan nama "Panggil Saya BTP".
"Dia juga mau buat vlog-vlog gitulah, makanya dia bikin channel youtube BTP itu," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Kejagung mendalami dugaan aliran Rp40 miliar dari Tan Kian kepada Febrie Adriansyah dalam perkara korupsi dan TPPU.
Sebanyak 15.294 pelaku usaha di Kota Jogja telah memiliki sertifikat halal. Kewajiban halal berlaku mulai 17 Oktober 2026.
PSS Sleman siap membuktikan kekuatan di laga pembuka Super League saat menghadapi Bali United di Stadion I Wayan Dipta.
Stok air bersih BPBD Bantul masih aman hingga Desember. Sebanyak 351 tangki masih tersedia untuk warga terdampak kekeringan.
Pemkot Jogja merawat bangunan cagar budaya berdasarkan prioritas karena anggaran terbatas. Ada 239 bangunan yang telah ditetapkan.
Indonesia dinilai menempuh jalur berbeda dalam fenomena kemunduran demokrasi (democratic backsliding) dibandingkan negara-negara tetangga seperti Thailand