OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Habib Bahar bin Smith/Wikipedia
Harianjogja.com, JAKARTA - Penceramah Habib Bahar bin Smith membantah telah menghina Jokowi.
Mubaligh muda Habib Bahar bin Smith menyangkal telah menghina sosok pribadi Joko Widodo (Jokowi). Menurut Habib Bahar, kritikan keras dalam ceramahnya ditujukan kepada jabatan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia (RI).
"Intinya saya katakan tidak pernah menghina pribadinya [Jokowi]. Saya mengkritik [dia] sebagai presiden, pemimpin, penguasa," kata Habib Bahar di Jakarta, Selasa (4/12/2018).
Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Bogor tersebut menjelaskan, isi ceramah yang dilaporkan Jokowi Mania (Joman) dan Cyber Indonesia semata-mata untuk membela rakyat yang menderita dan kesusahan. Sehingga, Bahar menyerahkan benar atau tidak isi ceramahnya tersebut kepada umat.
"Jadi biar saja, umat yang nilai mana yang benar, apakah mereka yang laporkan saya, mereka yang berada di pihak kekuasaan, rezim dan pendukung, atau saya yang berada di pihak rakyat susah dan kelaparan. Jadi kita liat saja," terangnya.
Habib mengaku, akan terus mengkritik siapa pun yang salah. Bukan hanya Jokowi, kata pendakwah asal Manado tersebut, tapi juga seluruh pemimpin yang mendzolimi rakyatnya.
"Jangankan Jokowi yang jadi pemimpin atau penguasa, kalau salah ya kita salahkan. Walaupun orang tua saya. Andaikan presidennya bapak saya, terus kemarin didatangi sama umat Islam kaya begitu, terus lari, ya saya bilang banci walaupun bapak saya sendiri," ungkapnya.
Habib Bahar sendiri menolak meminta maaf terkait ceramahnya yang diduga telah menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pemimpin Majelis Pembela Rasullah tersebut justru memilih membusuk di dalam penjara ketimbang minta maaf atas isi ceramahnya.
Atas ceramahnya itu, Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke polisi. Isi ceramahnya yang di laporan tersebut pada saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 17 November 2018, lalu, di kawasan Batu Ceper, Tangerang.
Dalam video yang dilaporkan ke polisi berdurasi 60 detik, Habib Bahar dianggap menghina Jokowi karena menyebut kepala negara tersebut banci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.