Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Farhat Abbas./Antarafoto-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Kendati sama-sama mendukung pasangan Jokowi-Ma\'ruf Amin di Pilpres 2019, hubungan PSI dengan pengacara Farhat Abbas justru tak akur.
Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia Guntur Romli menanggapi kicauan Farhat Abbas yang mengusulkan agar partai itu dikeluarkan dari koalisi pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin.
Kicauan Farhat tersebut merupakan ketidaksetujuannya atas sikap politik PSI yang menolak adanya peraturan daerah berbasiskan agama. Sebaliknya, Guntur justru mempertanyaan posisi Farhat dalam koalisi Jokowi – Maruf Amin.
"Usul ya boleh, tapi masalahnya siapa Farhat Abbas di koalisi?" kata Guntur saat dihubungi Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Selasa (27/11/2018).
Berkenaan dengan itu, Guntur menilai Farhat hanya mencari sensasi melalui usulan tersebut.Apalagi, kata Guntur, Farhat juga pernah membuat sensasi dengan mengatakan \'pilih Jokowi masuk surga\' yang akhirnya ditegur oleh partainya sendiri, PKB.
Untuk itu, Guntur mengimbau Farhat sebaiknya fokus saja terhadap statusnya sebagai caleg DPR RI 2019.
"Sebaiknya Farhat Abbas urus dirinya dan pencalegannya saja, Farhat cari sensasi dengan menunggangi isu perda ini," imbuhnya.
"Pandangan PSI dengan PKB sama, bahwa agama tidak perlu diformalisasi. Farhat Abbas sebagai orang baru di PKB tidak paham nilai dan perjuangan PKB," tambahnya.
Untuk diketahui, Farhat melalui akun Instagram pribadinya @farhatabbastv226 mengusulkan agar PSI selaku partai pengusung Jokowi – Maruf Amin dikeluarkan dari koalisi. Usulan itu disampaikan Farhat setelah PSI menyatakan menolak perda berlandaskan agama.
"Partai PSI dikeluarkan saja dari Koalisi Jokowi Maruf Amin, toleransi sih toleransi, tapi norma-norma hukum Islam yang tumbuh dan hidup di Indonesia selama ini justru membawa kedamaian dan ketertiban," kata Farhat dalam akun Instagram pribadinya @farhatabbastv226 yang diunggah Selasa (27/11/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137