Menag Ingin Lahirkan Kembali Ilmuwan dari Lingkungan Pesantren
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.
Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Ibu Siti Hasmah dalam kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). /Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, SAMARINDA- Presiden Joko Widodo mencurahkan isi hatinya (curhat) tentang perlakuan yang diterima selama menjabat presiden. Jokowi mengaku selama ini sudah terlalu sabar menghadapi fitnahan dan tuduhan kejam termasuk soal fitnah dirinya PKI.
"Presiden Jokowi PKI, coba. Astagfirullah. PKI dibubarkan 65, 66, saya lahir 61. Umur saya baru 4 tahun. Masa ada PKI balita. Ampun. Masa ada kejamnya seperti itu. Menuduh, memfitnah," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pembagian sertifikat tanah untuk rakyat di Halaman Samarinda Convention Hall Kota Samarinda, Kamis.
Sejumlah hadirin berseru "sabar, sabar, Pak" saat Presiden berpidato tersebut.
Mendengar seruan sabar itu Presiden justru terpacu untuk berbicara lebih kencang.
"Sabar, sabar. Ya kan sudah sabar. Tapi sabarkan juga ada batasnya. Saya sudah diam terus lho itu. Diam, kok ini enggak berhenti-berhenti. Jangan-jangan dipikir-pikir saya takut," katanya lalu ribuan hadirin dan masyarakat penerima sertifikat pun bertepuk tangan dan tertawa.
Ia pun menegaskan bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan tata krama.
"Jangan karena pengin kekuasaan kemudian memfitnah," katanya.
Ia pun meminta layar untuk menampilkan betapa contoh fitnah soal PKI yang menimpanya sangat kejam di media sosial.
"Coba lihat itu gambarnya. Itu DN Aidit Ketua PKI. Pidato tahun 1955. Lah kok saya ada di dekatnya? Ini ada di media sosial. Kok ya persis saya itu lho. Saya lihat itu sampai geleng-geleng. Saya lahir saja belum kok sudah di dekat podium DN Aidit. Astagfirullah, ampun Ya Allah. Sabar. Ini baru satu gambar belum gambar yang lain. Sabar, sabar, sabar, sabar," katanya.
Ia pun mengatakan contoh itu menjadi gambaran betapa kejamnya politik sehingga bangsa Indonesia harus benar-benar menjaga kerukunan dan persatuan.
Presiden menegaskan dan berpesan kepada masyarakat agar jangan sampai karena pilkada atau pilpres terjadi perpecahan antar-saudara.
"Karena yang namanya pemilu setiap 5 tahun pasti ada. Masa kita mau gitu-gituan terus," katanya.
Presiden menyempatkan untuk berdialog dan memanggil ke panggung masyarakat penerima sertifikat yang ditunjuknya.
Namun pada kesempatan kali ini, ia tak memberikan hadiah sepeda tetapi kesempatan untuk berfoto bersamanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.
Penambang pasir Sungai Progo berharap pemerintah menerbitkan Rekomtek pompa mekanik. PPRY juga menyalurkan 250 paket sembako di Gulurejo.
Prakiraan cuaca DIY Minggu 1 November 2026 didominasi berawan. Kulon Progo udara kabur, suhu berkisar 22–31 derajat Celsius.
Manchester United kalah 2-0 dari Chelsea di Liga Inggris. Kekalahan ini memperpanjang catatan sembilan laga tanpa kemenangan Setan Merah.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu 1 Oktober 2026 melayani lima tujuan dengan tarif Rp80.000. Simak jam keberangkatan bus dari bandara.