dr Tompi Tawarkan Pengobatan Gratis untuk Mahasiswa yang Terluka Saat Demo
dr Tompi menawarkan bantuan medis gratis bagi mahasiswa yang terluka saat demonstrasi dan membutuhkan penanganan luka atau jahitan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar tujuh kandidat direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berikutnya. Ia menjadi salah satu tokoh yang diajukan negara anggota WHO untuk mengikuti proses pemilihan pimpinan badan kesehatan dunia tersebut.
WHO mengumumkan tujuh nama kandidat yang berasal dari sejumlah negara. Mereka memiliki latar belakang beragam, mulai dari pengalaman memimpin lembaga kesehatan, pemerintahan, hingga organisasi internasional.
Dikutip dari Anadolu, Sabtu (31/10/2026), salah satu kandidat adalah Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar. Ia merupakan mantan menteri kesehatan yang kini menjabat sebagai penasihat Perdana Menteri Qatar untuk bidang kesehatan masyarakat.
Kandidat lainnya adalah Hanan Balkhy dari Arab Saudi. Saat ini, ia menjabat sebagai direktur regional WHO untuk kawasan Mediterania Timur. Dari Belgia, terdapat Hans Henri P Kluge yang juga menduduki posisi direktur regional WHO, tetapi untuk kawasan Eropa.
Nama Maria P Neira dari Spanyol turut masuk dalam daftar nominasi. Ia merupakan mantan direktur Departemen Lingkungan dan Kesehatan WHO.
Indonesia mengajukan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat direktur jenderal berikutnya. Selain Budi, Li Song dari China juga masuk dalam daftar. Ia merupakan sekretaris Federasi Wanita Seluruh China dan pernah menjabat sebagai pejabat senior di bidang kesehatan.
Kandidat ketujuh adalah Gevorg Tamamyan dari Armenia. Ia merupakan ahli onkologi anak sekaligus profesor dan ketua departemen di Universitas Kedokteran Negeri Yerevan. Tamamyan dinominasikan oleh Botswana.
Ketujuh kandidat tersebut dijadwalkan mengikuti forum publik di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss, pada 18-19 November 2026. Melalui forum ini, negara-negara anggota memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para kandidat sekaligus mengenal visi dan program kerja yang mereka tawarkan.
Setelah forum tersebut, proses pemilihan akan berlanjut pada awal 2027. Dewan Eksekutif WHO akan menyeleksi tujuh kandidat menjadi lima orang. Kelima kandidat terpilih kemudian menjalani wawancara sebelum Dewan Eksekutif mengajukan maksimal tiga nama untuk dipertimbangkan oleh Majelis Kesehatan Dunia.
WHO juga menjadwalkan forum publik kedua pada 15 Maret 2027. Forum tersebut akan diikuti secara khusus oleh para kandidat yang berhasil melewati tahapan seleksi.
Selanjutnya, Majelis Kesehatan Dunia dijadwalkan menunjuk direktur jenderal WHO berikutnya pada Mei 2027. Kandidat yang terpilih akan mulai menjalankan tugas pada 16 Agustus 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
dr Tompi menawarkan bantuan medis gratis bagi mahasiswa yang terluka saat demonstrasi dan membutuhkan penanganan luka atau jahitan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.