7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc)./JIBI-doc
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Prabowo menuding media massa berat sebelah dalam memberitakan capres peserta Pemilu.
Prabowo Subianto bukan anak kemarin sore dalam pentas kontestasi politik tingkat nasional. Sejak ditetapkan sebagai peserta Pilpres 2019, ini adalah kali ketiga Prabowo menyandang status tersebut.
Pada Pilpres 2009, Prabowo menjadi Cawapres pendamping Megawati Soekarnoputri. Kala itu, mereka dikalahkan pasangan SBY – Jusuf Kalla.
Pilpres 2014, Prabowo kembali maju dalam kontes tersebut. Kali ini menjadi calon presiden bersama Cawapres Hatta Rajasa.
Kala itu, Prabowo lagi-lagi harus bisa menerima kenyataan, bahwa dirinya dikalahkan oleh pasangan Jokowi – Jusuf Kalla.
Namun, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai, langkah Prabowo untuk menjadi presiden pada kali ketiga keikutsertaannya dalam pilpes adalah paling berat.
Muzani menuturkan, kubu lawan, yakni Jokowi – Maruf Amin, gencar melakukan gerakan pemenangan. Tak hanya itu, Muzani mengklaim kubu petahana juga mengerahkan kekuatan kepala-kepala daerah untuk mendukung pemenangannya.
“Pada Pilpres 2009, saat melawan SBY – Boediono, tak ada pengerahan bupati, wali kota, gubernur, semasif seperti saat ini," kata Muzani di Gedung Nusantara III DPR RI, Rabu (10/10/2018).
Selain itu, Muzani juga mengklaim media-media massa di Indonesia tak berimbang. Berita-berita utama yang dipampang media massa menurutnya hanya seputar kegiatan calon petahana.
Belum lagi ada sejumlah lembaga survei yang enggan membantu karena alasan yang tidak jelas.
"Kami merasakan juga di banyak pemberitaan media, headline-headline itu semua menampilkan headline penguasa, kegiatan penguasa, kegiatan petahana. Tidak ada pemberitaan yang berimbang," ujarnya.
Oleh sebab itu, Muzani melihat adanya pengepungan kubu Prabowo – Sandiaga sehingga sulit mencapai kemenangan di Pilpres 2019.
"Kami merasa Prabowo sekarang dikepung. Prabowo tidak boleh unggul dalam survei. Prabowo tidak boleh dalam suasana yang dimungkinkan bisa menang, pemberitaan Prabowo tidak boleh positif," ujarnya.
Meskipun begitu, Muzani mengakui pihaknya akan terus bekerja keras untuk meyakinkan rakyat bahwa Prabowo – Sandiaga mampu menghadirkan perubahan bangsa.
"Strategi kami adalah bagaimana kami terus meyakinkan rakyat bahwa hanya dengan rakyatlah kami akan bisa diterima," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny