Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Mardani Ali Sera./Suara.com-Ria Rizki
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Prabowo mengklaim punya trik jitu untuk memenangkan Prabowo dan mengalahkan Jokowi saat Pilpres 2019.
Cara mengalahkan Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017 akan dipakai tim pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga uno untuk mengalahkan Jokowi - Maruf Amin di Pilpres 2019. Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengusulkan gunakan trik mengalahkan Ahok itu.
Hal itu dikatakan Mardani menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC). Dengan hanya mendapatkan 28,7 persen, Mardani yakin bisa menggulingkan Capres-Cawapres Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin di babak akhir Pilpres 2019.
Mardani menjelaskan hasil survei tersebut menjadi acuan bagi timnya untuk bekerja lebih keras. Pasalnya, survei dengan melibatkan 1.220 responden itu memilih Jokowi untuk kembali menjadi Presiden RI.
Seperti diketahui, pasangan Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat sempat diunggulkan publik untuk meneruskan jabatannya sebagai Gubernur dan Wagub DKI.
Namun, namanya merosot saat Ahok dituduh melakukan penodaan ayat Al Quran mulai September 2016 lalu. Kalimat \'jangan mau dibodohi dengan ayat Al Quran\' yang Ahok lontarkan dikemas sedemikian rupa hingga menjadi sebuah bentuk penghinaan.
"Untuk menanggapi Survei, tim Prabowo Sandi saya arahkan untuk semakin kerja keras," kata Mardani dalam Twitter pribadinya @MardaniAliSera pada Minggu (7/10/2018) pukul 18.19 WIB.
Mardani kemudian berencana untuk mengaplikasikan kinerjanya dalam Pilkada DKI 2017 lalu. Saat itu Mardani menjadi tim sukses Anies Baswedan - Sandiaga Uno. Seperti diketahui, pasangan Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat sempat diunggulkan publik untuk meneruskan jabatannya sebagai Gubernur dan Wagub DKI.
Namun, namanya merosot saat Ahok dituduh melakukan penodaan ayat Al Quran mulai September 2016 lalu. Kalimat "jangan mau dibodohi dengan ayat Al Quran" yang Ahok lontarkan dikemas sedemikian rupa hingga menjadi sebuah bentuk penghinaan.
Mardani mengungkapkan bahwa saat dirinya menjadi timses Anies Baswedan - Sandiaga Uno jarang melirik hasil survei karena fokus dalam bekerja. Mardani pun menilai proses mengubah hasil survei bisa diatur olehnya.
"Seperti di Jakarta, Survei kita abaikan agar fokus bekerja, karena emua bisa diatur. Apakah masih ingat hasil survei terjungkal dengan hasil akhir ?" tanyanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.