Pengasuh Ponpes di Wonogiri Dilaporkan Terkait Kasus Asusila
Polres Wonogiri menyelidiki dugaan kekerasan seksual berbasis gender online yang melibatkan pengasuh ponpes berinisial E.
Ilustrasi letusan gunung berapi./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA – Kabar hoaks alias berita bohong terkait bencana alam terus bermunculan beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho membeberkan sejumlah unggahan palsu atau hoaks terkait meletusnya Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Informasi tersebut berupa foto-foto dan video bohong.
Sutopo menjelaskan, pihaknya akan selalu melawan kabar bohong yang beredar pascaerupsi Gunung Soputan. Ia juga tidak habis piker ada yang tega menyebarkan berita hoaks di tengah paniknya masyarakat di sana.
"Ralat, Letusan Gunung Soputan 3/10/2018. Tanda saya sudah kelelahan, Tapi harus harus segera meng-counter hoax. Orang kok begitu teganya menyebarkan kebohongan. Apa tidak takut di akherat nanti ya?" tulis Sutopo melalui akun Twitter @Sutopo_PN, seperti dikutip, Rabu (3/10/2018).
Selain mengunggah adanya video hoaks, Sutopo juga mengungkap foto-foto bohong terkait meletusnya Gunung Soputan. Dijelaskan, gambar-gambar tersebut ternyata juga pernah disebar pada 2014 ketika terjadi erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
"Ini bukan letusan Gunung Soputan. Foto ini HOAX. Foto ini rekayasa yang pernah juga disebarkan sebagai letusan Gunung Sinabung tahun 2014. Jangan ikut menyebarkan. Buang saja karena hoax" kata dia.
Video ini bukan erupsi Gunung Soputan. Ini erupsi gunung di Amerika Selatan. Jika dikatakan erupsi Gunung Soputan, itu HOQX. Abaikan dan jangan ikut menyebarkan di sosial media. pic.twitter.com/7a1l4LQEht
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) October 3, 2018
Video palsu selanjutnya memperlihatkan terjadinya letusan gunung dengan asap hitam pekat. Sebenarnya ini bukanlah letusan Gunung Soputan, tapi terjadi di Amerika Serikat.
Tidak lupa, Sutopo mengajak seluruh pihak untuk berhenti menyebarkan kabar yang tidak jelas kebenarannya. "Abaikan dan jangan ikut menyebarkan di social media," jelas Sutopo.
"Video ini bukan erupsi Gunung Soputan. Ini erupsi gunung di Amerika Selatan. Jika dikatakan erupsi Gunung Soputan, itu HOQX. Abaikan dan jangan ikut menyebarkan di sosial media," ujarnya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Polres Wonogiri menyelidiki dugaan kekerasan seksual berbasis gender online yang melibatkan pengasuh ponpes berinisial E.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.