5.000 Lele Mati di Kolam KDMP Boyolali, Diduga Diracun
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Ratna Sarumpaet./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Kabar aktivis Ratna sarumpaet babak belur dihajar orang tak dikenal, kini menuai kontrovesi.
Dugaan rekayasa babak belur Ratna Sarumpaet berujung ke perang kicauan atau tweet war antara Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan penyanyi sekaligus dokter Tompi. Fahri yang mendukung Ratna Sarumpaet, sementara Tompi menduga Ratna Sarumpaet merekayasa kasus pemukannya.
Tweet war itu bermula saat Fahri Hamzah menyatakan empati dengan pengakuan Ratna Sarumpaet yang dipukul hingga babak belur. Fahri mengatakan pelaku pemukulan itu durhaka ke sosok ibu-ibu.
"Mau menasihati agar ibu Ratna tegar apalah kita ini...umur beliau 70 tahun...kita belum tentu setegar beliau...tapi diam dengan keadaan ini adalah durhaka kepada Ibu pertiwi... #SaveDemokrasi," kicau Fahri Hamzah di @FahriHamzah, 2 Oktober pukul 05.27 WIB.
Beberapa jam kemudian, Tompi di akun @dr_tompi membalas Fahri Hamzah. Dia meminta Fahri Hamzah cek kebenaran aksi pemukulan itu.
"Bang Fahri, kalau boleh saran Cek info yang masuk pak. Jangan telan saja. Ingat Tuhan. Jangan ingat pilpres aja," kicau Tompi.
Lalu Fahri kembali berkicau meminta Tompi membatasi diri untuk menganalisa foto-foto Ratna Sarumpaet babak belur yang beredar.
"Tapi anda harus membatasi diri, Anda buka ahli foto atau digital forensik... anda dokter bedah kulit setahu saya... ada yang kulitnya rusak karena dianiaya seperti ibu @RatnaSpaet dan ada yang seperti pasien anda yang ingin nampak lebih cantik. Belajar bedain itu aja dulu dok," kicau Fahri dengan diikuti emotion tersenyum.
"Pak @dr_tompi yang baik, Ada beberapa orang; calon presiden, profesor UGM, wakil ketua @DPR_RI dan beberapa orang duduk di depan seseorang yang anda sebut habis operasi kecantikan. Namanya ibu @RatnaSpaet . Pantaskah dia murung? Pantaskah dia cemas dan tegang?" kicau Fahri Hamzah lagi.
"Sebagai dokter @dr_tompi bedah plastik, pasti anda pernah menjahit luka orang yang kena musibah atau kecelakkan. Pasti anda tahu bedanya dengan yang datang untuk mempercantik wajahnya. Pasti bukan perempuan berumur 70 tahun bukan? Buat apa?"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.