PLN Siapkan PPA 30 Tahun untuk Serap Listrik Proyek PSEL
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
SMA Muhammadiyah Al-Mujahidin, membacakan ikrar antiradikalisme, Senin (14/5)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JEMBER- Gerakan radikal mudah menyusup ke kampus dan mempengaruhi mahasiswa melalui kegiatan kemahasiswaan.
Kasubdit Bina Masyarakat, Direktorat Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Solihudin Nasution mengatakan seluruh kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, termasuk Universitas Jember (Unej), berpotensi terpapar radikalisme.
"Intelijen internal BNPT sejak lama sudah melakukan pemantauan dan penelitian terhadap gerakan kelompok radikal tersebut dan berdasarkan data, penyebaran radikalisme ini sudah masuk di dunia pendidikan," katanya usai menjadi pembicara dalam kegiatan kuliah umum di Gedung Soetardjo Kampus Universitas Jember, Jawa Timur, Rabu (26/9/2018).
Kendati demikian, BNPT tidak menyebut radikalisme itu sudah masuk di tingkat pendidikan mana dan pihaknya juga tidak bisa menyebutkan secara detail karena lembaganya tidak punya kewenangan menyampaikan kepada publik.
"Untuk tingkat perguruan tinggi, semua memiliki potensi sama untuk disusupi paham radikalisme tersebut dan biasanya orang yang terpapar radikalisme dipengaruhi faktor ekonomi, kedangkalan keilmuan, ketidakpuasan, dendam, dan empati yang tinggi," tuturnya.
Solihudin tidak bersedia menyebutkan perguruan tinggi mana saja yang mahasiswanya terdeteksi masuk radikalisme dan sudah disusupi kelompok-kelompok aliran radikal tersebut melalui kelompok pengajian mahasiswa.
"Saya mengimbau kepada civitas academica untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap kegiatan-kegiatan mahasiswa, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan, karena biasanya mahasiswa yang masih mencari jati diri mudah terpapar doktrin radikalisme," katanya.
Sementara itu, mantan teroris Sofyan Tsauri mengatakan bahwa teman-temannya dan mentornya dalam ajaran radikal sudah menyebar ke kampus-kampus sehingga pemerintah harus membuat regulasi yang tegas untuk melindungi sektor pendidikan dari ajaran radikal tersebut.
"Seharusnya pemerintah yang mempunyai regulasi terhadap lembaga pendidikan, kemudian menanamkan nilai-nilai pendidikan sejak dini sehingga dapat melindungi sektor pendidikan dari masuknya kelompok intoleransi itu," katanya.
Sofyan Tsauri meminta mahasiswa yang merupakan target penyebaran paham radikalisme dan terorisme agar hati-hati tawaran berkedok kegiatan mengaji sehingga jangan sampai hanya ikut mengaji atau daurah sebulan atau 2 bulan berani berfatwa.
"Ciri-ciri kelompok yang patut dicurigai sebagai kelompok radikalisme dan terorisme, yakni eksklusif, intoleran, sering melakukan nikah tanpa wali, mudah mengafirkan kelompok lain, bahkan enggan salat di masjid yang bukan masjid kelompoknya, termasuk dalam melakukan salat Jumat," ujarnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
AS dan Jepang berkolaborasi mengintervensi pasar valuta asing untuk menghentikan pelemahan yen yang sempat menyentuh level terendah dalam 40 tahun.
Sebanyak 23 calon hakim agung dan ad hoc MA mengikuti wawancara tahap akhir seleksi KY pada 3-7 Agustus 2026.
Transformasi BUMN di Bawah Danantara Perkuat Layanan Publik, Telkomsel Tumbuh Sehat di Semester I 2026
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.