Truk dan Bus Sinar Jaya Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi, Sopir Tewas
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.
Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono di Stasiun menjajal moda transportasi LRT Jakarta, Rabu (16/9/2026). Sumber: Akun YouTube Sekretariat Jenderal.\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam pembiayaan pengembangan LRT Jakarta dinilai dapat membuka alternatif pendanaan sekaligus menjaga ruang fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengatakan rencana tersebut menjadi langkah strategis karena pembangunan infrastruktur transportasi membutuhkan kapasitas anggaran yang besar.
"Rencana keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Pemprov DKI Jakarta dalam pendanaan perpanjangan rute LRT Jakarta, seperti koridor Manggarai–Dukuh Atas, Kelapa Gading–JIS, hingga Velodrome–Stasiun Whoosh merupakan langkah strategis yang saling melengkapi," katanya dalam pesan tertulis, Minggu (20/9/2026).
Menurut Djoko, keterlibatan Danantara dapat membantu menjaga beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta. Skema tersebut juga memberikan alternatif selain obligasi daerah yang direncanakan diterbitkan pada 2027.
"Masuknya Danantara sebagai sovereign wealth fund memberi angin segar berupa alternatif pembiayaan non-anggaran tanpa harus mengandalkan skema skema obligasi atau pinjaman daerah," kata dia.
Danantara Jadi Alternatif Pembiayaan
Djoko mengatakan ruang APBD yang tetap terjaga dapat digunakan untuk membiayai program lain, terutama pendidikan, kesehatan, hingga penyediaan subsidi angkutan umum.
Menurutnya, keterlibatan lembaga pembiayaan nasional tersebut juga memperlihatkan arah pengembangan transportasi Jakarta yang semakin terintegrasi dengan kawasan aglomerasi.
Danantara, kata Djoko, dapat membawa perspektif bisnis dan pengelolaan komersial yang sehat dalam pengembangan LRT Jakarta. Salah satunya melalui optimalisasi kawasan di sekitar stasiun atau Transit-Oriented Development (TOD) serta pemanfaatan hak penamaan atau naming rights.
"Dengan demikian, pendapatan non-tiket (non-farebox) LRT dapat dimaksimalkan untuk menopang biaya operasional secara mandiri dan berkelanjutan," jelasnya.
Selain sumber pendapatan tersebut, jaringan LRT yang terhubung dengan sejumlah simpul transportasi utama juga dinilai dapat memperkuat konektivitas masyarakat di kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Beberapa simpul yang disebut antara lain Kereta Cepat Whoosh di Halim, Stasiun Integrasi Manggarai, dan kawasan Jakarta International Stadium (JIS). Keterhubungan tersebut diharapkan menciptakan perpindahan antarmoda yang mulus atau seamless intermodality.
Rencana Perpanjangan Rute LRT Jakarta
Rencana keterlibatan Danantara muncul setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan sambutan menjelang peresmian LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9/2026).
Di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto, Pramono menyampaikan rencana melanjutkan pembangunan jaringan LRT Jakarta.
"Dan yang juga menggembirakan adalah kami akan melanjutkan LRT ini dari Kelapa Gading sampai dengan JIS, kemudian dari Velodrome sampai dengan Whosh (kereta cepat). Bapak Presiden, akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga ikut membantu kami, Pak," katanya.
Pramono sebelumnya juga telah memutuskan untuk melanjutkan pembangunan LRT Kelapa Gading hingga Dukuh Atas.
Untuk pembangunan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan skema creative financing, salah satunya melalui obligasi daerah. Penghimpunan dana melalui surat utang daerah direncanakan mencapai Rp5,6 triliun pada 2027.
Adapun perpanjangan rute LRT Manggarai-Dukuh Atas membutuhkan anggaran Rp2,7 triliun.
Pemprov DKI Jakarta menggunakan skema creative financing karena tidak ingin bergantung sepenuhnya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Terlebih, Dana Bagi Hasil (DBH) Pemprov DKI dipotong Rp15 triliun untuk tahun 2026.
Prabowo Beri Lampu Hijau
Permintaan Pramono agar Danantara ikut membantu pembiayaan pengembangan LRT Jakarta kemudian mendapat respons dari Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo memberikan lampu hijau agar Danantara membantu pembiayaan proyek LRT Jakarta.
"Saya kira Danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat peresmian LRT Jakarta Jalur Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.
Industri drama Korea meminta dana investasi 1 triliun won atau Rp13,5 triliun karena jumlah produksi menurun dan biaya operasional terus meningkat.
Sebanyak 22.555 peserta JKN di Jogja nonaktif pada November 2026. Pemkot menyiapkan Rp39,69 miliar untuk pembiayaan PBI APBD.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya swasembada pangan melalui modernisasi sektor pertanian dari hulu hingga hilir.
Jokowi mengenakan batik parang saat menjadi saksi di PN Jakarta Timur. Simak filosofi, sejarah, dan makna tiga jenis motif batik parang.
Wabah Ebola di RD Kongo telah menyebabkan 5.126 kematian dan menjangkau delapan provinsi. Simak penyebaran kasus serta gejala penyakitnya.