Keselamatan Penerbangan Diperketat, Kemenhub Siapkan Mitigasi Bencana
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.
Tiga napiter membacakan ikrar setia NKRI di hadapan para pejabat dan tamu penting yang hadir di Lapas Kelas IIA Jogja, Kamis (9/11/2023). (Harian Jogja/Alfi Annissa Karin)
Harianjogja.com JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan bahwa paham radikalisme menyasar pada segala usia, termasuk mengarah kepada anak-anak, remaja hingga perempuan.
Kasubdit Kerjasama Multilateral Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Weti Deswiyati mengatakan paham radikalisme menyebar ke semua lini, terlebih kepada anak-anak.Anak-anak harus dilindungi dari ancaman intoleransi, radikalisme dan terorisme, karena itu keluarga perlu diperkuat guna mampu mendeteksi paparan paham radikalisme.
"Keluarga adalah orang-orang terdekat yang sangat berpotensi melakukan deteksi dini untuk mencegah ekstremisme berbasis kekerasan berlanjut. Semua itu sebagai ikhtiar dalam memperkuat ketahanan keluarga termasuk bagi keluarga yang anggota keluarganya terindikasi terpapar ajaran ekstremis berbasis kekerasan," katanya, Jumat (5/7/2024).
BACA JUGA : Tak Ada Ruang Intoleransi dan Radikalisme di DIY
Dalam kampanye anti-radikalisme ke Blitar dan Kediri, ia juga memberi pemahaman tentang terorisme yang dapat dimulai dari lingkup paling kecil yakni keluarga. Hal itu menjadi perhatian sebab madrasah pertama dalam keluarga yang membentuk anak-anak menuju dunia luar adalah keluarga.
Pentingnya peran orang tua, wali murid, menjadi hal yang krusial, tentang menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak dan menjadi benteng utama dalam menangkal paham radikal terorisme. Peran perempuan atau seorang ibu dinilai sangat strategis dalam memberikan edukasi dan literasi terhadap keluarga khususnya anak-anak agar dapat terhindar dari paham kekerasan dan terorisme.
Kampanye tersebut diharapkan membuka wawasan pola pikir kita untuk memahami bahwa terorisme adalah sebuah paham yang menjadi duri dalam mencapai kemajuan untuk ibu pertiwi dan pencegahannya dapat diminimalkan mulai dari pendekatan keluarga.
Pihaknya berharap dengan kegiatan ini anak-anak dapat memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, toleransi dan dapat menghindari paham radikalisme, dengan upaya yang dapat dilakukan adalah melalui membuka dialog secara intensif atau membangun komunikasi yang aktif dengan anak serta membawa anak-anak dalam pergaulan yang lebih bermanfaat.
Selain itu, juga diingatkan, peran seorang ibu juga dapat dikatakan sebagai lensa yang dipakai anak-anaknya untuk melihat dunia, oleh karenanya harmoni sosial atas masyarakat dengan keanekaragaman berbagai perbedaan, diharapkan dapat diterima dengan baik oleh anak melalui sosok ibu.
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim, Prof Dr Hesti Armiwulan SH MHum dalam acara di Kediri mengingatkan bahwa kurangnya literasi digital membawa ekses buruk terhadap kehidupan masyarakat. Melalui media digital ide dan paham radikal yang cenderung dan pada tingkat ekstremisme.
Menurut dia, bila fenomena sosial ini dibiarkan niscaya akan mempengaruhi masyarakat. Bahkan dalam riset terakhir, tingkat potensi radikalisme mengarah pada kalangan anak, remaja dan perempuan
"Anak-anak kita usia SD kelak akan menjadi pemimpin di masa Indonesia emas, 2045. Mereka inilah yang harus menjadi perhatian penting kita sekarang. Karena tongkat estafet berada di tangan mereka," kata Hesti, yang juga mantan Komisioner Komisi Nasional (Komnas) HAM RI.
BACA JUGA : Perhatian Orang Tua Bisa Jadi Resep Jitu Mengatasi Ekstrimisme dan Radikalisme
Pihaknya mengapresiasi edukasi yang diberikan ini. Hal ini membawa dampak positif dan memberikan pengetahuan tentang terorisme dan antisipasinya. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa SMP/MTs di wilayah Kediri bersama orang tua. Acara serupa juga digelar sebelumnya di Blitar.
Acara hasil kolaborasi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan program "Smart Bangsaku, Bersatu Indonesiaku". Masyarakat dan pelajar itu sengaja dilibatkan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.