Jateng Buka Pendaftaran Beasiswa Santri hingga Juli 2026
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Ilustrasi gempa bumi./IST-Liputan6.com
Harianjogja.com, JAKARTA-Pascagempa tektonik berkekuatan 6,9 (bukan 7) Skala Richter (SR), Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang melayani penyeberangan ke Pulau Sumbawa, sampai Senin (20/8/2018) pagi lumpuh.
Dari viral yang beredar di kalangan wartawan Mataram, petugas pelabuhan tidak ada sama sekali karena mereka khawatir terjadinya tsunami setelah melihat ruas jalan di areal pelabuhan itu retak-retak yang cukup parah.
Petugas dan sejumlah pedagang di pelabuhan tersebut, termakan isu akan adanya tsunami hingga mereka memilih pulang ke rumah dan menyelamatkan keluarganya masing-masing.
Kondisi jalan retak-retak di Pelabuhan Kayangan Lombok Utara akibat gempa 7 SR pada 19/8/2018. Kerasnya guncangan gempa menyebabkan kerusakan bangunan, longsor di perbukitan dan listrik padam. Komunikasi masih belum dapat dilakukan dengan petugas di Lombok Timur. pic.twitter.com/vO5OZyjjhG
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) August 19, 2018
Sebenarnya dua kapal feri sudah bersandar di pelabuhan tersebut, namun tidak ada petugas yang melayani para penumpang. Bahkan terlihat ada satu bus sudah parkir di areal pelabuhan itu. Meski jalan di areal pelabuhan retak-retak, masih bisa dilalui kendaraan.
Diperkirakan, operasional penyeberangan di pelabuhan itu akan normal kembali pada Senin siang.
Gempa bumi dengan kekuatan 6,9 Skala Ricther (SR) mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu malam pukul 21.56 WIB.
Sebelumnya, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali diguncang gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter, Minggu pukul 12.10 Wita, yang mengakibatkan warga Kota Mataram panik dan berhamburan keluar rumah.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada pada 8.24 lintang selatan, 166.66 bujur timur, atau 32 kilometer timur laut Kabupaten Lombok Timur, dengan kedalaman 10 km.
Gempa berkekuatan 6,5 SR tersebut terjadi empat menit setelah gempa berkekuatan 5,4 SR pukul 12.06 Wita yang berlokasi di 8.29 lintang selatan, 116.62 bujur timur atau 25 km arah timur laut Kabupaten Lombok Timur dengan kedalaman 10 km.
Inilah gempa 6,9 SR dan gempa susulannya (warna merah) yang mengguncang Lombok pada 19/8/2018 pukul 19.56 WIB hingga 20/8/2018 pukul 08.00 WIB. Sumber gempa berasal dari Sesar Naik Flores di utara Pulau Lombok dan Sumbawa. pic.twitter.com/7RGS2DXo1X
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) August 20, 2018
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.