Update Gempa Venezuela: 235 Tewas, RS hingga Bandara Lumpuh

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jum'at, 26 Juni 2026 17:07 WIB
Update Gempa Venezuela: 235 Tewas, RS hingga Bandara Lumpuh

Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa dahsyat di Caracas, Venezuela, 24 Juni 2026. (ANTARA/Anadolu/Diko Betancourt/pri.)

Harianjogja.com, JOGJA—Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) meninggalkan kerusakan besar dan korban jiwa yang tidak sedikit. Hingga kini, sedikitnya 250 bangunan dilaporkan rusak berat hingga hancur total akibat dua gempa utama berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang diikuti puluhan gempa susulan.

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa skala kerusakan terus bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung. Selain bangunan tempat tinggal, sejumlah fasilitas vital ikut terdampak signifikan.

“Hingga kini, 250 bangunan dinyatakan rusak atau hancur total. Delapan rumah sakit mengalami kerusakan dan beberapa di antaranya harus dikosongkan. Sebanyak 20 pusat perbelanjaan dan puluhan fasilitas infrastruktur juga terdampak,” ujar Rodriguez dalam pidato yang disiarkan televisi nasional.

Data sementara menunjukkan, sedikitnya 235 orang meninggal dunia akibat bencana ini. Jumlah tersebut diperkirakan masih bisa bertambah mengingat proses evakuasi dan pencarian korban di reruntuhan bangunan masih terus dilakukan oleh tim penyelamat.

Tidak hanya merusak permukiman warga, gempa juga berdampak serius pada layanan publik. Sejumlah rumah sakit terpaksa dikosongkan karena mengalami kerusakan struktural, sehingga menghambat penanganan korban luka. Di sisi lain, kerusakan infrastruktur memperlambat distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

Bandara utama di Venezuela bahkan dilaporkan harus ditutup sementara akibat kerusakan pada fasilitas pendukung dan landasan, memperumit mobilisasi bantuan kemanusiaan dari dalam maupun luar negeri.

Selain dua gempa utama, otoritas mencatat setidaknya 30 gempa susulan yang terus mengguncang wilayah tersebut. Kondisi ini membuat warga diliputi ketakutan dan memilih bertahan di ruang terbuka untuk menghindari risiko tertimpa bangunan.

Pemerintah Venezuela saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk evakuasi korban, penyediaan tempat penampungan sementara, serta pemulihan infrastruktur penting.

Bencana ini menjadi salah satu gempa paling mematikan yang melanda Venezuela dalam beberapa tahun terakhir. Upaya bantuan internasional pun mulai berdatangan untuk membantu meringankan beban para korban.

Dengan skala kerusakan yang luas dan jumlah korban yang besar, proses pemulihan diperkirakan akan membutuhkan waktu panjang. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online