Muhaimin: Kunci Industri Kreatif Tembus Global

Newswire
Newswire Selasa, 07 Juli 2026 12:07 WIB
Muhaimin: Kunci Industri Kreatif Tembus Global

Impor Ekspor - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah didorong mengambil peran lebih strategis dalam mendorong industri kreatif nasional menembus pasar global. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa kunci utama bukan lagi sekadar program atau bantuan, melainkan membuka akses dan membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Muhaimin saat mengunjungi Indonesia Marketplace dalam rangkaian Movement Across Time (MASA) Singapore 2026 yang digelar di Takashimaya Shopping Centre, Singapura, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, pendekatan pemerintah dalam mengembangkan industri kreatif harus berubah. Jika hanya mengandalkan program dan anggaran, dampaknya cenderung terbatas. Sebaliknya, ketika pemerintah mampu mempertemukan pelaku usaha dengan investor, pasar, komunitas, dan media, maka akan terbentuk ekosistem yang jauh lebih kuat.

“Kalau pemerintah bekerja sendiri, yang lahir hanya program. Tapi jika pemerintah menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai peluang strategis, yang tercipta adalah ekosistem. Dampaknya jauh lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai tantangan terbesar industri kreatif Indonesia saat ini bukan lagi soal kualitas produk. Banyak karya kreatif Tanah Air dinilai sudah mampu bersaing secara global. Namun, kendala utama terletak pada akses pasar internasional dan jejaring bisnis yang masih terbatas.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus meningkat dan kini mendekati 7% dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 20 juta orang. Meski demikian, penetrasi ke pasar global dinilai masih perlu diperkuat.

Muhaimin menilai kehadiran forum seperti MASA Singapore 2026 menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah dapat berperan sebagai enabler, yaitu membuka ruang kolaborasi antara pelaku kreatif Indonesia dengan buyer, investor, mitra internasional, hingga media global.

“Peran pemerintah adalah membuka jalan, bukan menghalangi. Dukungan tidak selalu diukur dari besar anggaran, tetapi dari seberapa banyak peluang yang berhasil dibuka,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa model kolaborasi seperti ini perlu diperluas ke berbagai negara dan sektor. Pasalnya, dampak dari konektivitas dan jejaring dinilai lebih panjang dibandingkan sekadar pameran atau event sesaat.

Menurutnya, banyak kegiatan promosi yang berhenti dampaknya setelah acara selesai. Namun jika dibarengi dengan pembukaan akses dan kemitraan bisnis, manfaatnya dapat terus berkembang dalam jangka panjang.

“Kalau hanya pameran, dampaknya sering berhenti saat acara selesai. Tapi kalau kita bangun jejaring dan akses, manfaatnya bisa terus berjalan. Inilah nilai tambah yang harus dihadirkan pemerintah,” katanya.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap pelaku industri kreatif Indonesia tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menjadi pemain utama di kancah global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online