Prabowo-Modi Luncurkan Tahun Tagore-Dewantara 2026-2027

Newswire
Newswire Rabu, 08 Juli 2026 08:47 WIB
Prabowo-Modi Luncurkan Tahun Tagore-Dewantara 2026-2027

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) berfoto bersama dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (ketiga kiri), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kanan), Ketua MPR Ahmad Muzani (kiri), Ketua DPR Puan Maharani (kedua kiri), dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin (kanan) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd.

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi resmi menetapkan periode 2026–2027 sebagai “Tahun Tagore-Dewantara”. Inisiatif ini menjadi tonggak baru diplomasi pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan India yang telah terjalin selama lebih dari satu abad.

Penamaan “Tagore-Dewantara” merujuk pada dua tokoh besar pendidikan dunia, yakni Rabindranath Tagore dan Ki Hajar Dewantara. Keduanya memiliki hubungan historis penting, terutama saat Tagore berkunjung ke Taman Siswa di Jogja pada Agustus 1927 dan bertemu langsung dengan Ki Hajar Dewantara.

Dalam pernyataan bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Modi menegaskan bahwa kunjungan Tagore hampir 100 tahun lalu telah menjadi fondasi kuat hubungan antarmasyarakat kedua negara, bahkan sebelum Indonesia dan India merdeka.

“Pertemuan Rabindranath Tagore dengan Ki Hajar Dewantara merupakan momen bersejarah yang memberi dampak besar terhadap perkembangan pendidikan dan hubungan kedua bangsa,” ujar Modi.

Presiden Prabowo menambahkan, peluncuran Tahun Tagore-Dewantara mencerminkan eratnya ikatan peradaban Indonesia dan India yang telah berlangsung lama. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor.

“Ini bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga komitmen kita untuk meningkatkan kolaborasi di bidang pendidikan, riset, teknologi, serta pertukaran budaya dan people-to-people contact,” kata Prabowo.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin juga menyepakati langkah konkret memperkuat kerja sama pendidikan tinggi. Indonesia membuka peluang pendirian kampus Indian Institutes of Management (IIM) serta penjajakan kehadiran Indian Institutes of Technology (IIT) di Tanah Air.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke India. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mempererat hubungan kedua negara di masa depan.

Inisiatif Tahun Tagore-Dewantara dinilai sebagai strategi diplomasi lunak (soft diplomacy) yang efektif, dengan pendidikan dan kebudayaan sebagai jembatan utama. Program ini diperkirakan akan diisi berbagai kegiatan seperti pertukaran pelajar, kolaborasi riset, festival budaya, hingga forum akademik internasional.

Dengan latar sejarah yang kuat dan agenda kerja sama yang konkret, Indonesia dan India kini memasuki babak baru hubungan bilateral yang lebih progresif—berbasis pengetahuan, budaya, dan generasi masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online