Basarnas Setop Monitoring KMP Mutiara Sentosa II, 238 Korban Terdata
Basarnas menghentikan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari penyisiran. Sebanyak 238 korban dipastikan telah terdata dan dievakuasi.
Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan sebuah bangunan di Caracas, Venezuela, Kamis (25/6/2026). Menurut penjabat Presiden Delcy Rodriguez, sedikitnya 32 orang tewas dan lebih dari 700 luka-luka setelah dua gempa bumi bermagnitudo 7,1 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu malam (23/6) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Marcos Salgado/nym
Harianjogja.com, JAKARTA—Gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah utara Venezuela dan memicu kerusakan luas, terutama di ibu kota Caracas. Bencana ini bahkan diperkirakan berpotensi menelan korban jiwa dalam jumlah sangat besar.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa kuat terjadi pada Rabu dengan magnitudo masing-masing 7,2 dan 7,5. Episentrum gempa berada di wilayah pesisir dekat Moron dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, sehingga guncangannya terasa sangat kuat di permukaan.
Getaran hebat tersebut menyebabkan sejumlah bangunan runtuh di Caracas. Laporan awal dari lapangan menyebutkan kerusakan terjadi di berbagai kawasan permukiman, memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi.
USGS memperkirakan dampak gempa ini sangat serius. Dalam skenario terburuk, jumlah korban tewas diprediksi bisa mencapai antara 10.000 hingga 100.000 orang, mengingat kekuatan gempa dan tingkat kerentanan infrastruktur di wilayah terdampak.
Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini sedikitnya 32 orang meninggal dunia dan lebih dari 700 lainnya mengalami luka-luka. Namun, angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian korban.
Pemerintah Venezuela langsung menetapkan status keadaan darurat nasional. Tim pencarian dan penyelamatan dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa,” ujar Presiden Rodriguez, seperti dikutip dari laporan media setempat.
Selain Caracas, kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, hingga Falcon. Infrastruktur publik dan bangunan tempat tinggal dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Situasi diperburuk dengan potensi gempa susulan. Ketua Perhimpunan Geologi Venezuela, Feliciano de Santis, memperingatkan kemungkinan terjadinya gempa lanjutan berkekuatan sekitar magnitudo 5 dalam beberapa hari ke depan.
Media lokal juga melaporkan bahwa gempa susulan dengan intensitas lebih kecil masih mungkin terus terjadi setelah gempa utama, sehingga warga diminta tetap waspada.
Hingga kini, proses evakuasi masih terus berlangsung di tengah keterbatasan akses dan kerusakan infrastruktur. Pemerintah bersama tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang selamat di antara puing-puing bangunan yang runtuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas menghentikan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari penyisiran. Sebanyak 238 korban dipastikan telah terdata dan dievakuasi.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.