Korban Gempa Venezuela Jadi 164 Orang, Basarnas Siaga Bantu Evakuasi

Newswire
Newswire Kamis, 25 Juni 2026 21:37 WIB
Korban Gempa Venezuela Jadi 164 Orang, Basarnas Siaga Bantu Evakuasi

Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan sebuah bangunan di Caracas, Venezuela, Kamis (25/6/2026). Menurut penjabat Presiden Delcy Rodriguez, sedikitnya 32 orang tewas dan lebih dari 700 luka-luka setelah dua gempa bumi bermagnitudo 7,1 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu malam (23/6) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Marcos Salgado/nym.

Harianjogja.com, JAKARTA—Korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi kuat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Kamis (25/6/2026), pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 164 orang tewas dan 971 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana yang memicu kerusakan luas di wilayah pantai utara negara tersebut.

Peningkatan jumlah korban disampaikan Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. Sebelumnya, laporan awal hanya mencatat 32 korban meninggal dan lebih dari 700 korban luka. Pemerintah setempat sejak awal telah memperingatkan bahwa jumlah korban kemungkinan masih akan terus bertambah seiring proses pencarian dan evakuasi yang berlangsung.

Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu malam. Peristiwa tersebut disebut sebagai salah satu gempa paling dahsyat yang melanda negara itu dalam lebih dari satu abad terakhir.

Pasca-gempa, Delcy Rodriguez menetapkan status darurat nasional. Keputusan tersebut diambil setelah bencana menyebabkan kerusakan yang meluas di kawasan pesisir Karibia bagian utara sekaligus memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah terdampak.

Menurut laporan media lokal yang dikutip dari Rodriguez, fokus utama pemerintah saat ini adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak di dalam bangunan dan rumah yang runtuh akibat guncangan gempa.

Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan dampak bencana masih berpotensi berkembang. Berdasarkan analisis lembaga tersebut, terdapat kemungkinan sebesar 42 persen jumlah korban meninggal dapat mencapai antara 10.000 hingga 100.000 jiwa.

Wilayah La Guaira yang berada dekat ibu kota Caracas disebut menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa tersebut.

Data teknis terbaru dari USGS juga menunjukkan wilayah Venezuela bagian utara mengalami serangkaian gempa ganda yang sangat kuat sehingga menimbulkan kerusakan signifikan di sejumlah kawasan.

Basarnas Nyatakan Siap Kirim Tim SAR

Di tengah situasi darurat yang terjadi di Venezuela, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan kesiapan untuk membantu proses evakuasi korban apabila Pemerintah Indonesia memutuskan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke negara tersebut.

Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan pengiriman personel pencarian dan pertolongan akan sepenuhnya mengikuti keputusan resmi pemerintah pusat.

"Jadi Basarnas selalu siap bila diminta untuk membantu evakuasi korban gempa di Venezuela atas keputusan pemerintah pusat," kata Edy di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan Indonesia memiliki Indonesia Search and Rescue (INASAR), kelompok pertolongan internasional yang di dalamnya terdapat personel Basarnas. Tim tersebut merupakan bagian dari International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) dengan sertifikasi medium class.

INASAR juga telah memiliki pengalaman dalam penanganan berbagai bencana gempa besar di sejumlah negara, termasuk operasi kemanusiaan di Myanmar dan Turki.

Meski demikian, hingga saat ini Basarnas belum menerima permintaan resmi dari Venezuela terkait bantuan kemanusiaan maupun operasi pencarian dan pertolongan.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan melalui sistem yang dimiliki Basarnas, belum terdapat pengajuan bantuan resmi dari negara terdampak. Selain itu, pihak Basarnas juga masih menunggu informasi terkait kemungkinan adanya permintaan bantuan melalui jalur diplomatik.

Edy mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brasil untuk memastikan kondisi warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak gempa.

"Saya juga sudah menanyakan langsung ke KBRI di Brasil untuk mengonfirmasi apakah ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut terdampak oleh kejadian bencana tersebut," kata Edy.

Proses pencarian korban dan pendataan dampak kerusakan masih terus dilakukan oleh otoritas Venezuela. Seiring berjalannya operasi penyelamatan, pemerintah setempat terus memperbarui data korban serta memprioritaskan evakuasi warga yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online