Tim Sparta Amankan 7 Muda-Mudi Pesta Miras di Taman Kampus ISI Solo
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Joko Widodo dan Prabowo Subianto. /Antara-dok
Harianjogja.com, BOGOR-Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) TNI AM Hendropriyono memprediksi siapa yang bakal menjadi pemenang pada Pemilihan Presiden 2019. Menurut dia, kombinasi pasangan dari kalangan nasionalis, tokoh agama dan ekonomi bisnis berpotensi memenangkan Pilpres. Apakah Joko Widodo atau Prabowo Subianto?
“Saya sudah pernah sampaikan kalau pemikiran yang cerdas dan pasti menang pada pilpres itu ialah pasangan dari kalangan nasionalis, agama dan ekonomi bisnis," kata Hendropriyono seusai menghadiri pengukuhan Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan sebagai Guru Besar intelijen oleh senat guru besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), di Kampus STIN, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8).
Kalau ada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dari kalangan nasionalis, agama dan ekonomi, maka Hendropriyono memprediksi akan memenangkan Pilpres 2019. Namun demikian, Hendropriyono enggan membeberkan nama calon pendamping petahana, Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, nama itu masih menjadi rahasia.
"Saya tidak bisa ngomong soal itu [cawapres]. Yang putusin beliau [Jokowi]," kata Hendropriyono.
Guru Besar STIN bidang Filsafat Intelijen ini menyebutkan siapa pun yang menjadi presiden dan wakil presiden akan menghadapi tantangan yang berat ke depan. Tantangan tersebut adalah adanya ancaman disintegrasi sentral yang dapat mengganggu ideologi bangsa Pancasila.
"Ancaman tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 1989, di mana terjadi di Uni Soviet, di mana ideologi komunis diganti. Sehingga menyebabkan negara Uni Soviet pecah," tutur mantan Ketua Umum PKPI ini.
Hal itu juga dapat terjadi di Indonesia dengan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain. "Itu lah yang menjadi ancaman untuk Indonesia saat ini. Yang penting jangan diotak-atik filsafat bangsa kita, Pancasila. Ancaman terorisme itu kecil ketimbang disintegrasi sentral karena pusatnya yang akan rontok," tegas Hendropriyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.