Google Investasikan 15 Miliar Dlar AS untuk Perkuat AI di Finlandia
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
Presiden Joko Widodo. /Antara Foto-Yudhi Mahatma
Harianjogja.com, JAKARTA- Nama tokoh berinisial M disebebut-sebut sebagai cawapres yang akan mendampingi Jokowi. Sang Presiden angkat bicara.
Presiden Jokowi akhirnya mengakui sosok bakal calon wakil presiden pendampingnya di Pilpres 2019, adalah orang berinisial M.
Namun, Jokowi meminta publik bersabar menunggu sampai dirinya mengumumkan nama cawapares secara resmi.
"Sabar dikit," ujar Jokowi di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).
Jokowi tak menjawab pertanyaan awak media, mengenai apakah sosok berinisial M itu adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
"Depannya pake M pokoknya," kata Jokowi.
Untuk diketahui, sejumlah tokoh yang masuk nominasi cawapres Jokowi berdasarkan beberapa lembaga survei berinisial M.
Misalnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, mantan Ketua MK Mahfud MD, hingga Ketua Umum MUI Ma\'ruf Amin.
Saat ditanya hal tersebut, Jokowi seolah tidak dengar dan balik bertanya.
"Apanya? " kata Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Cara beli iPhone 18 secara online dan offline di iBox, Digimap, Hello Store, dan Blibli lengkap dengan metode pembayaran.
Sebanyak 252 penerima bansos Gunungkidul membuat pernyataan berhenti judi online. Total 9.921 penerima terindikasi judi online pada 2026.
PSS, PSIM, empat kelompok suporter, dan Polda DIY menandatangani komitmen menjaga keamanan BRI Super League 2026/2027.
Pemerintah menarik dan mencabut izin 25 merek beras fortifikasi karena diduga tak sesuai kandungan dan mutu pada label.