Gibran Tinjau RSUD Fatimah Az-Zahra, Layanan Jantung Jadi Sorotan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Fatimah Az-Zahra di Palembang untuk memastikan penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Tim penyelamat berada di dalam Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand, untuk menyelamatkan anggota tim sepakbola U-16 dan seorang pelatih yang terperangkap./Reuters-Stringer
Harianjogja.com, CHIANG RAI (THAILAND)- Tim sepakbola anak dan pelatihnya yang hilang di gua berhasil ditemukan.
Regu penyelamat bergegas memompa air dari gua di Thailand utara pada Selasa saat perkiraan hujan lebat akan menyulitkan pembebasan regu sepak bola remaja selama 10 hari, yang membuat mereka mungkin harus menunggu lebih lama.
Penyelam berusaha melalui lorong sempit dan perairan keruh untuk menemukan 12 murid laki-laki dan pelatih mereka pada Senin (2/7/2018) malam di batu tinggi sekitar empat kilometer dari mulut gua itu.
Berita tentang kelangsungan hidup anak-anak itu memicu kegembiraan di bangsa yang dicengkeram drama mengerikan tersebut.
Video rekaman regu penyelamat dalam cahaya obor mengungkapkan anak-anak laki-laki mengenakan celana pendek dan kemeja merah dan biru duduk atau berdiri di atas di atas hamparan air.
"Berapa banyak dari kamu yang ada di sana, 13? Hebat," kata anggota regu penyelamat asing, berbicara dalam bahasa Inggris, memberi tahu anak-anak itu. "Kamu sudah di sini 10 hari. Kamu sangat kuat," katanya.
"Terima kasih," kata salah satu anak-anak laki-laki itu.
Seorang anak laki-laki bertanya kapan mereka akan keluar, yang dijawab oleh tim penyelamat: "Tidak hari ini. Kamu harus menyelam." Anak-anak itu ditemukan dalam kondisi lemah, tetapi hanya mengalami luka ringan.
Menteri Dalam Negeri Anupong Paochinda mengatakan, tim penyelamat perlu ditambah dua kali lipat untuk mengurangi tingkat air di dalam gua.
Hujan terus turun di Chiang Rai pada Selasa dan diperkirakan akan meningkat dari Rabu.
"Cepat pompa keluar air dulu untuk mengeluarkan anak-anak sesegera mungkin," kata Anupong kepada wartawan. "Jika hujan terlalu deras, ketinggian air akan naik dan membuat mereka semakin sulit," tambahnya.
Dua penyelam Inggris, John Volanthen dan Rick Stanton, yang pertama mencapai anak-anak itu, memiliki pengalaman yang kuat dalam menyelamatkan gua, menurut Bill Whitehouse dari British Rescue Council.
Mereka menemukan tim sepak bola remaja itu bersama dengan tim penyelam SEAL angkatan laut Thailand.
Berumur antara 11 dan 16, anak-anak itu hilang dengan pria berusia 25 tahun setelah latihan sepak bola pada 23 Juni setelah mereka berangkat untuk menjelajahi kompleks gua Tham Luang di sebuah taman hutan dekat perbatasan utara Thailand dengan Myanmar.
Tim penyelamat memusatkan perhatian pada gundukan yang ditinggikan, yang dijuluki "Pantai Pattaya", di ruang ketiga kompleks gua, mengetahui bahwa itu bisa memberi anak-anak tempat berlindung ketika hujan membanjiri gua.
Namun, Gubernur Chiang Rai Narongsak Osottanakorn mengatakan bahwa penyelam mencapai Pantai Pattaya tetapi mendapati banjir, sehingga mereka masuk 400 meter lebih jauh dan menemukan regu sepak bola remaja tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Fatimah Az-Zahra di Palembang untuk memastikan penguatan layanan kesehatan masyarakat.
I.League resmi rilis kalender 2026-2027: League Cup kick-off 3 November, Championship 12 September. Persib dan Borneo dapat bye. Simak jadwal lengkapnya!
DJP menerbitkan SE-8/PJ/2026 yang memperluas pengawasan pajak hingga tingkat desa dengan dukungan teknologi digital, web scraping, remote sensing, serta jejarin
5 bahasa tubuh yang kerap dikaitkan dengan kebohongan: pola bicara berubah, ucapan tak selaras, isyarat wajah, senyum palsu, dan sentuhan hidung.
Piala Dunia 2026 di Meksiko ternyata hanya memberi dampak ekonomi terbatas. Pertumbuhan, konsumsi rumah tangga, hingga sektor hotel belum menunjukkan lonjakan.
Trump Media menawarkan akses lebih cepat ke unggahan Donald Trump di Truth Social dengan tarif Rp1,7 miliar per bulan. Skema ini memicu kritik soal.