Libur Waisak 2026, Kendaraan di Tol MBZ Melonjak 45,6 Persen
Arus kendaraan di Tol MBZ meningkat 45,6 persen saat libur Waisak 2026. Sebanyak 82.314 kendaraan melintas di kedua arah.
Tim penyelamat berada di dalam Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand, untuk menyelamatkan anggota tim sepakbola U-16 dan seorang pelatih yang terperangkap./Reuters-Stringer
Harianjogja.com, CHIANG RAI (THAILAND)- Tim sepakbola anak dan pelatihnya yang hilang di gua berhasil ditemukan.
Regu penyelamat bergegas memompa air dari gua di Thailand utara pada Selasa saat perkiraan hujan lebat akan menyulitkan pembebasan regu sepak bola remaja selama 10 hari, yang membuat mereka mungkin harus menunggu lebih lama.
Penyelam berusaha melalui lorong sempit dan perairan keruh untuk menemukan 12 murid laki-laki dan pelatih mereka pada Senin (2/7/2018) malam di batu tinggi sekitar empat kilometer dari mulut gua itu.
Berita tentang kelangsungan hidup anak-anak itu memicu kegembiraan di bangsa yang dicengkeram drama mengerikan tersebut.
Video rekaman regu penyelamat dalam cahaya obor mengungkapkan anak-anak laki-laki mengenakan celana pendek dan kemeja merah dan biru duduk atau berdiri di atas di atas hamparan air.
"Berapa banyak dari kamu yang ada di sana, 13? Hebat," kata anggota regu penyelamat asing, berbicara dalam bahasa Inggris, memberi tahu anak-anak itu. "Kamu sudah di sini 10 hari. Kamu sangat kuat," katanya.
"Terima kasih," kata salah satu anak-anak laki-laki itu.
Seorang anak laki-laki bertanya kapan mereka akan keluar, yang dijawab oleh tim penyelamat: "Tidak hari ini. Kamu harus menyelam." Anak-anak itu ditemukan dalam kondisi lemah, tetapi hanya mengalami luka ringan.
Menteri Dalam Negeri Anupong Paochinda mengatakan, tim penyelamat perlu ditambah dua kali lipat untuk mengurangi tingkat air di dalam gua.
Hujan terus turun di Chiang Rai pada Selasa dan diperkirakan akan meningkat dari Rabu.
"Cepat pompa keluar air dulu untuk mengeluarkan anak-anak sesegera mungkin," kata Anupong kepada wartawan. "Jika hujan terlalu deras, ketinggian air akan naik dan membuat mereka semakin sulit," tambahnya.
Dua penyelam Inggris, John Volanthen dan Rick Stanton, yang pertama mencapai anak-anak itu, memiliki pengalaman yang kuat dalam menyelamatkan gua, menurut Bill Whitehouse dari British Rescue Council.
Mereka menemukan tim sepak bola remaja itu bersama dengan tim penyelam SEAL angkatan laut Thailand.
Berumur antara 11 dan 16, anak-anak itu hilang dengan pria berusia 25 tahun setelah latihan sepak bola pada 23 Juni setelah mereka berangkat untuk menjelajahi kompleks gua Tham Luang di sebuah taman hutan dekat perbatasan utara Thailand dengan Myanmar.
Tim penyelamat memusatkan perhatian pada gundukan yang ditinggikan, yang dijuluki "Pantai Pattaya", di ruang ketiga kompleks gua, mengetahui bahwa itu bisa memberi anak-anak tempat berlindung ketika hujan membanjiri gua.
Namun, Gubernur Chiang Rai Narongsak Osottanakorn mengatakan bahwa penyelam mencapai Pantai Pattaya tetapi mendapati banjir, sehingga mereka masuk 400 meter lebih jauh dan menemukan regu sepak bola remaja tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Arus kendaraan di Tol MBZ meningkat 45,6 persen saat libur Waisak 2026. Sebanyak 82.314 kendaraan melintas di kedua arah.
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.
BNPB dirikan dapur umum untuk korban banjir bandang Gorontalo Utara. Ribuan warga terdampak, air kini mulai surut.
Sukoharjo tetapkan siaga darurat kekeringan dan kebakaran hingga November 2026. Tiga kecamatan rawan krisis air.
Penumpang kereta api di Jogja tembus 342 ribu saat libur panjang 2026, naik 45 persen. Stasiun Jogja jadi yang tersibuk.
Bocoran Oppo Find X10 Pro Max terbaru: kamera 200MP, layar 2K, baterai 7.000 mAh, dan chipset Dimensity 9600.