Wisatawan ke DIY Tembus 4,28 Juta Perjalanan pada Juli 2026
BPS mencatat perjalanan wisnus tujuan DIY mencapai 4,28 juta pada Juli 2026, naik 21,68 persen dibandingkan Juli 2025.
Monyet liar/Antara
Harianjogja.com, BEKASI - Kawanan monyet liar berkeliaran d Bekasi, Jawa Barat dan melukai warga.
Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Jawa Barat, akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengevakuasi kawanan monyet liar yang meresahkan warga perumahan setempat.
"Tugas penyelamatan, termasuk menangkap hewan seperti ular, monyet, dan sebagainya adalah ranah Dinas Pemadam Kebakaran agar ke depannya tidak menyerang warga kembali," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Perikanan, Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, di Bekasi, Sabtu (23/6/2018).
Satia Sriwijayanti mengatakan, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan petugas Dinas Pemadam Kebakaran untuk segera dikerahkan ke lapangan.
Menurut dia, penangkapan hewan berada di bidang penyelamatan dinas tersebut untuk segera menanggulanginya.
Hal itu dikatakannya setelah mendapat informasi terkait keberadaan tiga monyet liar jenis beruk yang menyerang dan melukai dua anggota petugas keamanan di Perumahan Pondok Mitra Lestari dalam sepekan terakhir.
Korban masing-masing bernama Abdul Aziz, 30 petugas satpam RT03 dan Daya Satpam RW13 PML, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih.
Kedua korban dilaporkan menderita luka gigitan dengan kedalaman dua centimeter dan empat jahitan medis di bagian lengannya.
Menurut Satia, perilaku hewan yang menyerang manusia biasanya dipicu oleh dua faktor, yakni terusik dan lapar.
"Hewan akan melakukan pertahanan dengan menyerang lawan jika terusik dengan makhluk lain. Begitu juga saat kondisi lapar, hewan akan menyerang makhluk lain demi mendapatkan makanan tersebut," katanya.
Terkait korban, ia menilai tindakan yang dilakukan klinik setempat dengan memberi korban antitetanus sudah tepat.
"Kepada korban, saya mengimbau agar ikuti saran dokter klinik, karena mereka yang paham kondisi pasien. Bila dirasa perlu, dirujuk ke RSUD Kota Bekasi, mereka tentu akan menyarankan ke sana," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPS mencatat perjalanan wisnus tujuan DIY mencapai 4,28 juta pada Juli 2026, naik 21,68 persen dibandingkan Juli 2025.
Kabut asap Kalimantan menyeberang ke Filipina. Udara Manila masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya dan sekolah diliburkan.
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
Si Jodie memungkinkan dokumen pencatatan sipil di Jogja selesai sehari kerja. Cek syarat dan kanal resmi pengajuannya.
Sebanyak 512 santri terdampak keracunan MBG di Sidoarjo. BGN melakukan investigasi dan menyiapkan sanksi bagi SPPG.
DPRD Sleman mendorong kuota Beasiswa Patriot Transmigrasi bagi lulusan S1 untuk melanjutkan S2 sebelum mengabdi di wilayah 3T.