Fredrich Yunadi Sebut Saksi Berbohong

Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan Senin, 30 April 2018 17:17 WIB
Fredrich Yunadi Sebut Saksi Berbohong

Fredrich Yunadi/JIBI-Nurul Hidayat

Harianjogja.com, JAKARTA-Dalam persidangan, ahli Close Curcuit Televison (CCTV) Rumah Sakit Medika Permata Hijau Putra Rizky Ramadana mengungkapkan, terdapat perbedaan waktu dalam rekaman CCTV di rumah sakit tempat dirinya bekerja pada 16 November 2017. Fredrich Yunadi menuding saksi yang dihadirkan di persidangan telah berbohong. 

Sekadar informasi, pada tanggal tersebut terdakwa kasus tindak pidana korupsi e-ktp Setya Novanto dirawat di RS Medika Permata Hijau setelah mobil yang dia tumpangi menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau, Jakarta.

"Waktu dalam rekaman CCTV 37 menit lebih lambat," ujar Putra di PN Jakarta Pusat, Senin (30/4/2018).

Saksi mengatakan, perbedaan waktu tersebut terjadi karena mati lampu yang mengakibatkan waktu di CCTV terhenti sehingga tidak ter-cover oleh server.

Putra juga mengatakan, akibat mati lampu tersebut CCTV di area parkir rumah sakit keterangan waktunya menjadi lebih cepat 29 menit.

Selain itu, dari persidangan juga diperoleh informasi lain terkait dengan CCTV. Dua dari sembilan kamera pengawas yang dipasang mengalami kerusakan pada Kamis (16/11/2017) tersebut.

"CCTV yang rusak ada di (ruang) VIP dan ruang Maternity," ujar Putra.

Menanggapi keterangan saksi, Fredrich Yunadi selaku terdakwa mengatakan bahwa apa yang disampaikan saksi terkait dengan rekaman CCTV bohong. Ia menganggap saksi tidak mengetahui waktu pasti saat terjadinya mati lampu.

Sebelumnya, Fredrich menanyakan saksi kapan tepatnya mati lampu terjadi. Saksi menyebutkan dirinya tidak tahu secara pasti kapan mati lampu terjadi.

"Karena kalau menurut keterangan saksi begini berarti saksi bohong," tegas Fredrich.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online