Presiden Jokowi Ingin Indonesia Masuk 2 Besar di SEA Games 2019
Presiden Joko Widodo menginginkan Indonesia dapat masuk ke peringkat dua besar pada SEA Games 2019 di Filipina.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Panglima TNI saat itu Jenderal (TNI) Gatot Nurmantyo (keempat kanan) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri belakang) meninjau Jalur Trans Papua menggunakan motor trail sejauh 7 km di ruas jalan Wamena-Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (10/5)./Antara-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.com, JAKARTA- Presiden Joko Widodo berbicara mengenai infrastruktur kepada ratusan siswa SMA Taruna Nusantara yang berkunjung ke Istana. Jokowi menjeleskan alasan pentingnya infrastruktur.
Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah pesan kepada ratusan siswa kelas XI SMA Taruna Nusantara yang hadir di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/4/2018).
Jokowi bercerita bahwa pemerintah sedang membangun infrastruktur sebagai sebuah fondasi untuk menghadapi kompetisi.
"Kenapa jalan tol dibangun baik di Jawa atau di luar Jawa, airport baru dibangun atau airport yang sudah ada diperluas lagi, pelabuhan dibangun baik pelabuhan besar, kecil, sedang karena itu merupakan basic, landasan," katanya.
Apabila landasan atau sesuatu yang mendasar belum selesai, Jokowi mengatakan jangan berpikir dulu soal perkembangan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), keterhubungan benda-benda dengan internet (Internet of Things/IoT) sampai advance robotics.
Jokowi bercerita tentang berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Jakarta sampai Papua. Menurutnya, pemerintah membangun pelabuhan besar supaya kapal-kapal besar dapat merapat.
"Kita ingat 17.000 pulau yang kita miliki membutuhkan infrastruktur-infrastruktur itu. Konektivitas, koneksi antarpulau, koneksi antarkabupaten atau kota memerlukan sarana dan prasarna," katanya.
Jokowi juga bercerita tentang kondisi infrastruktur di Papua. Sambil menunjukkan gambar kondisi jalan Papua yang berlumpur dan tidak beraspal kepada para siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara, Jokowi menyatakan bagaimana kita dapat bersaing apabila urusan jalan saja belum selesai.
"Contoh ini di Papua. Mungkin saudara-saudara di sini enggak menghadapi kondisi di Papua. Ini jalan utama. Yang di Jawa, Sumatra, Sulawesi mungkin enggak melalui. Coba lihat Papua seperti ini. Ini jalan utama lho ya. Bukan jalan kampung. 100 km, 80 km, harus 3 hari, bagaimana kita bisa bersaing?" katanya.
Melihat berbagai kondisi pada saat ini, Jokowi menyatakan pemerintah perlu membangun infrastruktur sebagai fondasi, supaya Indonesia dapat bersaing dengan negara lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Joko Widodo menginginkan Indonesia dapat masuk ke peringkat dua besar pada SEA Games 2019 di Filipina.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.